Minat KPR di China Melorot Pertama Kali Sejak 2016

Harga rumah di sejumlah wilayah di China juga mengalami kenaikan dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan akhir 2018 lalu.
Mutiara Nabila | 22 Mei 2019 16:11 WIB
Properti China. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Minat pada penggunaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di China mengalami penurunan pada kuartal pertama 2019 setelah pelonggaran kebijakan kredit diduga mulai berdampak ke pasar perumahan.

Berdasarkan laporan kuartalan People;s Bank of China (PBOC), rata-rata tingkat bunga yang dibebankan pada peminjam untuk membei rumah individu turun menjadi 5,68 persen pada Maret 2019, turun sedikit dari Desember 2019. Penurunan tersebut terakhir kali terjadi pada kuartal III/2016.

Penurunan itu sejalan dengan upaya bank sentral China untuk menyediakan kredit yang lebih mudah pada sejumlah sektor agar tidak terjadi perlambatan. Aksi tersebut ditujukan untuk mendorong jumlah permintaan, dengan pertumbuhan investasi di pengembangan real estat naik dengan laju tercepat sejak 2014.

Hal itu, diyakini akan memberikan dorongan juga bagi permintaan produk lain seperti kaca, semen, baja, dan perabotan rumah lainnya.

“Kredit terkait properti terus bertumbuh stabil dan perekonomian China masih terus bergantung pada investasi properti dan infrastruktur, terutama ketika investasi di sektor privat dan manufaktur melambat,” kata Wang Yifeng, Kepala Analis Bank di Everbright Securities Co., dilansir Bloomberg, Rabu (22/5/2019).

Harga rumah di sejumlah wilayah di China juga mengalami kenaikan dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan akhir 2018 lalu. Harga rumah juga terpacu pada April, meskipun pemerintah sebelumnya sudah memastikan harga rumah tidak akan naik terlalu cepat.

Dalam rapat politbiro bulan lalu, otoritas China menyebutkan kembali bahwa mereka tidak menginginkan terjadi spekulasi di pasar perumahan dengan terus mengisyaratkan bahwa mereka akan memberikan otonomi yang lebih besar kepada otoritas lokal dalam menetapkan kebijakan properti spesifik di perkotaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pasar properti asia, properti china

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top