Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Permudah Pergerakan Warga

Sebelum jembatan gantung itu dibangun, anak sekolah harus memutar dengan jarak tujuh kilometer untuk bisa menyeberang.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  14:35 WIB
Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Permudah Pergerakan Warga
ilustrasi Jembatan gantung. - Dok. Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan X Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT Ditjen Bina Marga juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung bernama Kian Rai Ikun yang melintasi sungai Talau.

Jembatan Gantung yang terletak di Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut yang menghubungkan Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur dengan Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat dengan anggaran sebesar RP 3,2 miliar dari APBN Tahun 2018.

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun yang memiliki bentang panjang 84 meter mulai beroperasi setelah diresmikan pada 10 April 2019 lalu. Jembatan gantung ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Adapun daya tampung jembatan tersebut maksimal sebanyak 40 orang.

"Ini contoh infrastruktur kerakyatan berupa jembatan  gantung.  Banyak yang mengatakan banyak jembatan ini untuk menggantikan Jembatan Indiana Jones,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja dalam rilisnya Rabu (22/5/2019).

Endra mengatakan, sebelum jembatan gantung itu dibangun, anak sekolah harus memutar dengan jarak tujuh kilometer untuk bisa menyeberang. Kondisi senantiasa sulit ketika musim hujan tiba, sungai meluap dan anak-anak mesti menunggu air surut terlebih dahulu baru bisa menyeberang.

Marin Aplungi warga yang tinggal di Desa Tialai mengatakan, sebelum dibangunnya jembatan ini, harus berjalan memutar sejauh 7 Km jika  ingin ke rumah saudaranya di seberang. ”Dengan adanya jembatan ini, kami bersyukur sekali bisa kerumah saudara dengan cepat," ujarnya.

Hal senada dikatakan Juan yang masih duduk dibangku SMP. “Jika ingin berangkat kesekolah harus berjalan kaki sejauh 7 Km. Terlebih saat musim hujan, air tinggi dan harus menunggu sampai surut untuk bisa menyeberang,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jembatan gantung, jembatan

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top