IMF: Inflasi & Utang Pakistan Terlampau Tinggi

IMF Mission Chief untuk Pakistan Ramirez Rigo mengatakan, Pakistan tengah menghadapi lingkungan ekonomi yang menantang, dengan pertumbuhan yang tidak bergairah, inflasi yang tinggi, hutang yang tinggi, dan posisi eksternal yang lemah.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  16:37 WIB
IMF: Inflasi & Utang Pakistan Terlampau Tinggi
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) berkomitmen untuk membantu Pakistan mencegah krisis ekonomi dengan mengucurkan dana bailout senilai US$6 miliar.

IMF Mission Chief untuk Pakistan Ramirez Rigo mengatakan, Pakistan tengah menghadapi lingkungan ekonomi yang menantang, dengan pertumbuhan yang tidak bergairah, inflasi yang tinggi, hutang yang tinggi, dan posisi eksternal yang lemah.

Menurutnya, hal ini mencerminkan warisan kebijakan ekonomi yang tidak merata dan prosiklikal dalam beberapa tahun terakhir yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan, tetapi dengan mengorbankan meningkatnya kerentanan dan kelemahan struktural dan kelembagaan yang masih ada.

"Pihak berwenang menyadari perlunya mengatasi tantangan-tantangan ini, serta untuk mengatasi informalitas besar dalam ekonomi, rendahnya pengeluaran dalam sumber daya manusia, dan kemiskinan," kata dia seperti dikutip dari website resmi IMF, Senin (13/5/2019).

Menurutnya, Pakistan harus melakukan kebijakan reformasi untuk mengurangi kerentanan lebih cepat, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembalikan perekonomian pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan aktivitas sektor swasta yang lebih kuat dan penciptaan lapangan kerja.

Pada saat yang sama, rencana komprehensif untuk pemulihan biaya di sektor energi dan perusahaan milik negara akan membantu menghilangkan atau mengurangi defisit kuasi fiskal yang menguras sumber daya pemerintah.

Upaya-upaya ini akan menciptakan ruang fiskal untuk peningkatan substansial dalam pengeluaran sosial untuk memperkuat perlindungan sosial serta dalam pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia.

"Anggaran ini adalah langkah kritis pertama dalam strategi fiskal otoritas. Anggaran akan bertujuan untuk defisit utama 0,6 persen dari PDB didukung oleh langkah-langkah mobilisasi pendapatan kebijakan pajak untuk menghilangkan pengecualian, mengurangi perlakuan khusus, dan meningkatkan administrasi pajak," jelas Rigo.

Di sisi lain, IMF meminta kepada bank sentral Pakistan untuk fokus pada pengurangan inflasi, yang secara tidak proporsional mempengaruhi orang miskin, dan menjaga stabilitas keuangan. Sebab, nilai tukar yang ditentukan pasar akan membantu berfungsinya sektor keuangan dan berkontribusi pada alokasi sumber daya yang lebih baik dalam perekonomian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imf, pakistan

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top