Pakistan Terima Bailout IMF Senilai US$6 Miliar

Pakistan dan International Monetary Fund (IMF) telah mencapai kesepakatan terkait dana pinjaman sekitar US$6 miliar yang digunakan untuk mengntisipasi risiko krisis ekonomi.
Nirmala Aninda | 13 Mei 2019 13:28 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang dolar AS di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pakistan dan International Monetary Fund (IMF) telah mencapai kesepakatan terkait dana pinjaman sekitar US$6 miliar yang digunakan untuk mengntisipasi risiko krisis ekonomi.

IMF Mission Chief untuk Pakistan, Ernesto Ramirez Rigo mengatakan bahwa dewan eksekutif badan pemberi pinjaman tersebut rencananya akan melakukan pertemuan internal untuk menyetujui pinjaman yang jatuh tempo dalam waktu 39 bulan.

Pinjaman tersebut akan menjadi bailout ke-13 yang diterima Pakistan dari IMF sejak 1980-an, di mana negara ini beberapa kali menghadapi krisis neraca pembayaran yang dipicu oleh defisit fiskal dan transaksi berjalan yang tinggi serta kurangnya cadangan devisa.

Kesepakatan ini tercapai setelah Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, merombak tim ekonomnya, termasuk menempatkan Reza Baqir, yang sebelumnya memiliki jabatan senior di IMF, menjadi gubernur Bank Sentral Pakistan.

Rigo menyatakan pemberian pinjaman ini adalah salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi negara. Akan tetapi menurutnya masih banyak yang harus dilakukan oleh Pakistan.

"Kebijakan dan reformasi yang sesuai, pembiayaan eksternal yang signifikan diperlukan untuk mengurangi kerentanan finansial lebih cepat, meningkatkan kepercayaan diri pasar, dan mengembalikan perekonomian pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan," ujarnya seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (13/5/2019).

Abdul Hafeez Shaikh, seorang penasihat ekonomi untuk perdana menteri, mengatakan kepada Televisi Pakistan yang dikelola pemerintah bahwa telah terjadi pengeluaran berlebihan oleh pemerintah, sehingga pemerintah terpaksa menaikkan harga di area ekonomi tertentu untuk meningkatkan pendapatan.

"Fasilitas IMF harus dipahami sebagai program perubahan struktural dan keberhasilannya tergantung pada seberapa sukses negara mengimplementasikannya," kata Shaikh.

Krisis yang melanda Pakistan mendorong perusahaan-perusahaan pemeringkat menurunkan peringkat kredit negara tersebut, memicu penurunan 18% dalam mata uang negara dan mendorong indeks acuan KSE-100 mendekati level terendah dalam hampir tiga tahun.

"Paket bailout ini akan memberikan dampak positif dalam jangka menengah hingga panjang, asalkan agenda reformasi dikerjakan dengan sungguh-sungguh," kata Khurram Schehzad, kepala eksekutif perusahaan penasihat keuangan Alpha Beta Core.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pakistan

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup