KLHK Gandeng Shopee Pasarkan Produk Hutan Nonkayu

Perusahaan e-commerce Shopee Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memasarkan produk hasil hutan bukan kayu yang diproduksi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 10 Mei 2019 14:40 WIB
Petani merawat tanaman kopi di lereng Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah. - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Platform dagang-el Shopee Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memasarkan produk hasil hutan bukan kayu yang diproduksi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

Radityo Triatmojo, Head of Goverment Relations Shopee Indonesia, menyampaikan produk hasil hutan bukan kayu milik KPHP itu akan di pasarkan melalui kanal Kreasi Nusantara yang sudah ada di dalam aplikasi Shopee.

"Hari ini pertama kali kami bekerja sama dengan KLHK. Hari ini [di kanal Kreasi Nusantara] kami highlight tentang produk hasil hutan bukan kayu," kata Radityo di Kantor KLHK, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Radityo menjelaskan kanal Kreasi Nusantara merupakan kanal yang disediakan Shopee Indonesia untuk memasarkan produk-produk lokal Indonesia.

Dia menuturkan selama tiga tahun terakhir, Shopee mencatat hasil hutan bukan kayu yang terjual di Kreasi Nusantara seperti kopi sudah terjual sebanyak 24,6 juta produk, kemudian tas yang terbuat dari rotan terjual sebanyak 16 juta produk, madu terjual 14,8 juta produk, gula aren terjual sebanyak 5,9 juta produk dan tanaman hias sebanyak 2,1 juta produk.

"Itu adalah produk-produk hasil hutan bukan kayu yang sudah terjual di Shopee selama tiga tahun, jadi kalau kami rata-rata, ada sekitar 30 juta produk hasil hutan bukan kayu per tahun, dan rata-rata penjualan produk hasil hutan bukan kayu per hari itu sekitar 50.000 produk, yang terjual di Shopee," lanjutnya.

Radityo mengatakan untuk produk kopi yang dijual oleh user Shopee biasanya sudah berbentuk kopi jadi dengan packaging yang bagus. "Kisaran harga rata-rata Rp40.000-Rp60.000/kg," ujarnya.

Tak hanya memasarkan produk hasil hutan bukan kayu di kanal Kreasi Nusantara, Shopee sendiri juga akan turun langsung memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) yang memproduksi hasil hutan bukan kayu melalui program UMKM Go Online.

"Kedua, kami kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dengan melakukan training for trainers, jadi nanti ada utusan desa yang kami ajarkan terkait penggunaan e-commerce, nanti utusan desa tersebut akan mentrainer petani-petani," jelasnya.

Dia menambahkan usai mendapatkan pelatihan, produk hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan para UMKM dan petani hutan tersebut nantinya akan dipasarkan di kanal Kreasi Nusantara milik Shopee.

Radityo menyampaikan tahun ini produk-produk yang ada di Kreasi Nusantara juga akan didorong untuk ekspor.

"Jadi, tahun ini kami sedang mencoba agar produk-produk UMKM Indonesia yang ada di kanal Kreasi Nusantara itu bisa masuk pasar ekspor, terutama di Malaysia dan Singapura, jadi sistem ekspor bisa satuan, Kreasi Nusantara arahnya seperti itu tahun ini," tandasnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kehutanan, e-commerce

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup