Program BBM Satu Harga Lanjut Hingga 2024

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengharapkan Kepala Daerah mengusulkan wilayah yang perlu dibangun lembaga penyalur bahan bakar minyak, dengan memperhatikan kriteria daerah tersebut tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia.
David Eka Issetiabudi | 10 Mei 2019 18:37 WIB
Petugas melayani pembelian bahan bakar minyak di salah satu SPBU di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengharapkan Kepala Daerah mengusulkan wilayah yang perlu dibangun lembaga penyalur bahan bakar minyak, dengan memperhatikan kriteria daerah tersebut tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia.

Pasalnya, Jonan memastikan program BBM Satu Harga akan dilanjutkan hingga 2024. Dengan melihat potensi daerah yang membutuhkan, setidaknya perlu ada pembangunan 330 BBM Satu Harga hingga 2024.

"BBM Satu harga ini setelah 2019 bagaimana, terus ga? Akan terus dibangun sampai 2024. Kalau mau seluruh kota lengkap, jumlahnya ada 500. Jadi tambah lagi 330 kecamatan sampai 2024,” katanya, dalam keterangan tertulis, Jumat (10/5/2019).

Hal itu disampaikan Jonan, di sela peresmian Lembaga Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Secara nasional, peresmian ini adalah  peresmian ke-132  beroperasinya lembaga penyalur BBM Satu Harga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Indonesia.

Untuk Provinsi NTT sendiri, ini merupakan penyalur BBM Satu Harga ke-8 yang telah dibangun oleh Pemerintah. Sebelumnya, 2 penyalur telah dibangun tahun 2017 dan 5 penyalur pada 2018.

Selanjutnya, Pemerintah juga akan membangun lagi 8 penyalur BBM Satu Harga di NTT yang tersebar di Kecamatan Rote Timur (Kabupaten Rote Ndao), Kecamatan Kodi Timur (Kabupaten Sumba Barat Daya), Kecamatan Wolowaru, (Kabupaten Ende), Kecamatan Omesuri (Kabupaten Lembata), Kecamatan Nubatukan (Kabupaten Lembata), Kecamatan Alor Timur Laut (Kabupaten Alor), Kecamatan Komodo (Kabupaten Manggarai Barat) serta Kecamatan Ruteng, (Kabupaten Manggarai).

Sejak program BBM Satu Harga digulirkan pada 2017 hingga 2019 akan dibangun 170 Penyalur BBM Satu harga. Pada tahun pertama telah terbangun 57 Penyalur, dengan rincian 54 Penyalur oleh PT Pertamina (Persero) dan 3 Penyalur oleh PT AKR Corporindo, Tbk.

Selanjutnya, pada 2018 telah dibangun 74 lembaga penyalur, dengan rincian 68 penyalur oleh Pertamina dan 6 penyalur oleh AKR Corporindo. Untuk tahun ini, akan dibangun 39 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga. Pertamina akan membangun 38 Lembaga Penyalur, sementara 1 Lembaga Penyalur oleh PT AKR Corporindo.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga BBM, bbm satu harga

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup