Pemerintah Inggris Gagal Capai Target Bangun Rumah

Terhitung pada Desember 2018, Pemerintah Inggris hanya membebaskan lahan dengan kapasitas sebanyak 38.166 unit rumah.
Mutiara Nabila | 08 Mei 2019 17:12 WIB
Suasana Kota London - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Britania Raya dipastikan tak bisa mencapai target pembangunan rumah tapak untuk publik sebanyak 95.000 unit pada akhir dekade ini.

Berdasarkan laporan National Audit Office (NAO) Inggris, rencana pemerintah Inggris untuk membebaskan lahan milik pemerintah untuk kapasitas 160.000 unit rumah tak akan tercapai pada 2020 mendatang.

Sejumlah auditor di NAO menyebutkan bahwa terhitung pada Desember 2018, Pemerintah Inggris hanya membebaskan lahan dengan kapasitas sebanyak 38.166 unit rumah. Jumlah ini diperkirakan bisa naik menjadi 65.000 unit pada akhir 2020.

Namun, dengan mencapai 65.000 unit pun, masih 60 persen di bawah target yang ditetapkan oleh Pemerintah Inggris Sendiri.

Kendati melenceng dari rencananya untuk membangun rumah seperti yang sudah dijanjikan, laporan NOA menunjukkan bahwa Pemerintah Inggris masih memenuhi target untuk mengumpulkan dana 5 miliar pound sterling dari penjualan lahan publik.

Ketua Commons Public Accounts Committee Parlemen Britania Raya Meg Hillier mengatakan bahwa pemerintah harus melakukan tindakan segera, jika ingin memenuhi atau setidaknya tetap membangun perumahan seperti yang sebelumnya sudah dijanjikan.

“Tidak hanya program itu yang tidak akan mencapai targetnya pada 2020, tapi pihak pemerintah juga tidak bisa memberikan informasi mendasar terkait dengan jumlah rumah dengan harga terjangkau yang sedang dibangun,” ungkapnya, dikutip dari Reuters, Selasa (7/5/2019).

Hillier menegaskan bahwa tindalan Pemerintah Inggris sangat tak bisa diterima, karena tidak memberikan gambaran apapun terkait dengan kemana aliran dana dari penjualan lahan itu berujung.

Hillier menambahkan, pemerintah yang konservatif seperti saat ini bahkan tidak dapat membangun rumah di atas tanah yang dimiliki.

“Tidak ada harapan bahwa para menteri dapat memperbaiki krisis perumahan negara kita ke depan. Rumah yang sudah dibangun jumlahnya terlalu sedikit dan terlalu mahal,” ujarnya.

Menteri Perumahan Inggris Kit Malthouse mengatakan bahwa pihaknya memiliki misi untuk bisa membangun rumah bagi generasi selanjutnya, sehingga generasi muda punya kesempatan untuk punya rumah.

Menurut Malthouse, berdasarkan laporan terbaru, Pemerintah Inggris sudah menyalurkan 222.000 unit rumah baru.

“Pemerintah kini telah mengidentifikasi kelebihan lahan sektor publik untuk membangun 160.000 rumah baru dan Homes England sebagai akselerator pembangunan kami, menyediakan bantuan ahli untuk membuat properti ini bisa dibangun lebih cepat."

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup