Lahan Bekas Tambang PT Timah Bakal Jadi PLTS

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang menyiapkan konsep pemanfaatan area bekas tambang milik PT Timah Tbk menjadi wilayah pembangkit listrik tenaga surya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 Mei 2019  |  19:07 WIB
Lahan Bekas Tambang PT Timah Bakal Jadi PLTS
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang menyiapkan konsep pemanfaatan area bekas tambang milik PT Timah Tbk menjadi wilayah pembangkit listrik tenaga surya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan pembangkit berbasis surya ini akan menjadi pilot project di wilayah bekas tambang. Nantinya, PLTS ini akan dijadikan sebagai salah satu unit usaha penyediaan tenaga listrik lantaran Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan di daerah seperti Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi, sebesar Rp2.681/kwh atau di atas US 18 cent/kwh.

Adapun luas wilayah bekas penambangan PT Timah yakni seluas 31 hektar dan telah direklamasi menjadi taman rekreasi keluarga dan agrowisata.

"Ini bisa dijadikan percontohan bagaimana pembangunan PLTS dikerjakan pada skala lebih besar," katanya, seperti yang dikutip dalam rilis, Senin (6/5/2019).

Menurutnya, upaya konservasi energi dari sinar surya di lahan bekas tambang dinilai sebagai salah satu praktik efisiensi energi. Mandatori inilah yang bakal dieksekusi oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3Tek KEBTKE) dalam melaksanakan program audit energi.

BLU P3Tek KEBTKE akan mengukur dan memantau penggunaan energi, identifikasi biaya energi, mengelola risiko hingga memberikan sejumlah rekomendasi terkait peningkatan efisiensi. Dengan begitu, kegiatan operasi produksi PT. Timah dapat berjalan seefisien mungkin.

BLU Litbang ESDM dan PT Timah telah melakukan Perjanjian Kerja sama (PKS) dalam mengembangkan penelitian teknologi bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi demi meningkatkan aktivitas produksi timah.

"Proses ini diperlukan lantaran kecenderungan biaya energi makin lama makin meningkat. Jika dibiarkan bakal mempengaruhi manajemen perusahaan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertambangan, plts, pt timah tbk

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top