Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terminal Khusus LCC di Bandara Soetta Bikin AirAsia Girang

AirAsia Indonesia optimistis kehadiran terminal khusus bagi maskapai berbiaya murah (low cost carrier terminal/LCCT) di Bandara Soekarno-Hatta bisa mendongkrak jumlah penumpang.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 29 April 2019  |  12:03 WIB
Ilustrasi - Sejumlah pesawat diparkir di landasan pacu saat penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, di Badung, Bali, Rabu (29/11). - ANTARA/Wira Suryantala
Ilustrasi - Sejumlah pesawat diparkir di landasan pacu saat penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, di Badung, Bali, Rabu (29/11). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA - AirAsia Indonesia optimistis kehadiran terminal khusus bagi maskapai berbiaya murah (low cost carrier terminal/LCCT) di Bandara Soekarno-Hatta bisa mendongkrak jumlah penumpang.


CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan menyambut positif keputusan PT Angkasa Pura II (Persero) yang mengubah Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menjadi LCCT.

Diharapkan, terminal tersebut mampu mengakomodasi kepentingan maskapai LCC. "Kami sangat gembira. Ini akan meningkatkan jumlah pax pastinya," kata Dendy kepada Bisnis, Minggu (28/4/2019).


Dia menuturkan, biasanya LCCT didesain sesederhana mungkin, sehingga bisa membuat tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) lebih murah. Dampaknya tidak membebani biaya penerbangan penumpang.


Di sisi lain, imbuhnya, bagi maskapai seyogiyanya biaya Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) juga semakin rendah. Hal tersebut dibutuhkan bagi maskapai LCC agar bisa menjaga tarif tiketnya tetap murah.


Dendy mengaku percaya dengan fasilitas maupun desain yang disediakan oleh AP II terkait dengan LCCT tersebut. Operator bandara wilayah Barat Indonesia ini diyakini sudah memiliki rencana matang.


Pihaknya memang sudah mengusulkan agar pemerintah membangun LCCT sejak pertengahan 2018. Hal tersebut guna meningkatkan daya saing dan memberikan harga yang semakin terjangkau kepada penumpang.


Menurutnya, konektivitas utama rute penerbangan internasional di Tanah Air sangat bergantung pada Jakarta dan Denpasar. Namun, sebelumnya kedua bandara di kota tersebut tidak ada yang menyediakan terminal khusus maskapai LCC.


Dia berpendapat maskapai LCC yang mendarat di bandara yang terminalnya menggunakan tarif layanan penuh (full-service) akan sulit bersaing.


AirAsia yang sudah menetapkan tarif dasar murah menjadi mahal karena penumpang harus membayar tarif PJP2U yang tinggi. LCCT bisa membuat total harga tiket yang dibeli penumpang bisa lebih murah.


Menurutnya, tanpa terminal khusus, konsep maskapai LCC sendiri menjadi kabur dengan tambahan PJP2U yang seharusnya diperuntukkan bagi maskapai FSA.

Sebelumnya, AP II akan mengoperasikan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menjadi LCCT bagi rute internasional per 1 Mei 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soekarno-hatta maskapai lcc angkasa pura ii maskapai penerbangan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top