Salah Hitung Kursi Tambahan Bisa Berdampak Buruk buat Maskapai

Maskapai nasional bersikap lebih berhati-hati dalam menentukan jumlah penerbangan maupun kursi tambahan yang diajukan kepada Kemenhub dalam Angleb 2019.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 26 April 2019  |  08:54 WIB
Salah Hitung Kursi Tambahan Bisa Berdampak Buruk buat Maskapai
Ilustrasi - Pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan Minggu (11/6). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai nasional bersikap lebih berhati-hati dalam menentukan jumlah penerbangan maupun kursi tambahan yang diajukan kepada Kementerian Perhubungan dalam Angkutan Lebaran 2019.


Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan kesalahan dalam perhitungan tambahan penerbangan maupun kursi bisa berdampak buruk terhadap kinerja operasional maskapai. 


"Senin akan kami finalisasikan bersama dengan Kementerian Perhubungan. Kami akan sediakan sesuai kebutuhan dari pemerintah," kata Pikri, Kamis (25/4/2019).


Dia menjelaskan, regulator akan menyampaikan kebutuhan penerbangan dan kursi selama masa Lebaran. Pihak maskapai akan membantu untuk menyediakan alokasi tersebut guna menjamin kelancaran arus mudik.


Sistem ini, lanjutnya, baru diterapkan dalam masa Angkutan Lebaran tahun ini. Pihak regulator dan operator mengadakan rapat bersama untuk menentukan alokasi tambahan yang dibutuhkan.


Pikri menuturkan, hal tersebut bertujuan agar jumlah alokasi yang disediakan maskapai dan disetujui oleh regulator tidak berlebihan. Di sisi lain membuat biaya operasional maskapai menjadi lebih efektif dan efisien.


Menurutnya, maskapai tidak perlu terburu-buru dalam menentukan jumlah penerbangan maupun kursi tambahan. Apabila ada alokasi yang tidak terpakai justru berisiko menghambat kelancaran arus mudik itu sendiri.


Maskapai pelat merah tersebut akan menggunakan pendekatan baru dalam menentukan operasionalnya. Akan ada penyesuaian intensitas penerbangan pada beberapa rute guna menjaga tingkat keterisian kursi (seat load factor/SLF).


"Saat ini, saya juga masih meeting untuk membahas usulan kami [Garuda Group]. Jadi, angkanya memang belum bisa disampaikan ke publik," ujarnya.


Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro juga mengaku belum bisa menyampaikan jumlah penerbangan maupun kursi tambahan selama masa Angkutan Lebaran. "Pembahasan kami belum final. Nanti akan kami sampaikan kembali," kata Danang.


Hal yang sama juga disampaikan oleh CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan yang masih melakukan pembahasan. Adapun, hasil pembahasan akan disampaikan kepada regulator untuk dimintakan persetujuan.


Kementerian Perhubungan mengantisipasi adanya penambahan kapasitas kursi pesawat hingga 1,98% per hari untuk rute domestik dan internasional dalam masa Angkutan Lebaran 2019. Kapasitas harian yang tersedia adalah 527.174 kursi, sedangkan antisipasi penambahan dilakukan hingga menjadi 537.295 kursi.


Apabila ditotal, kapasitas kursi penumpang yang disediakan selama 16 hari masa Angkutan Lebaran mencapai 6,36 juta kursi untuk rute domestik, sedangkan rute internasional mencapai 2,23 juta kursi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, lion air, load factor, maskapai penerbangan

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup