Jumlah Rumah Baru Yang Tak Laku di London Melonjak

Angka rumah baru yang belum terjual naik menjadi 31.508 unit terhitung pada 31 Maret 2019, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam catatan sejak broker Molior London mulai mengumpulkan data sedekade lalu.
Mutiara Nabila | 25 April 2019 15:56 WIB
Suasana Kota London - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Dulu, rumah baru di London mudah terjual bahkan sebelum pengembang selesai menyelesaikan konstruksinya. Kini, London justru menghadapi hal sebaliknya, jumlah rumah baru yang tak terjual melonjak.

Angka rumah baru yang belum terjual naik menjadi 31.508 unit terhitung pada 31 Maret 2019, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam catatan sejak broker Molior London mulai mengumpulkan data sedekade lalu.

Wilayah Tower Hamlets, rumah dari distrik finansial Canary Wharf, mencatatkan angka tertinggi dan diikuti oleh wilayah Greenwich.

“Pasok tak terjual ini umumnya terlalu mahal untuk mendapat insentif dari pemerintah seperti Help-to-Buy, jadi orang-orang tidak menjadikan rumah di sana sebagai pilihan,” kata Tim Craine, pendiri Molior, seperti dilansir Bloomberg, Kamis (25/4/2019).

Sebelumnya, kata Craine, rumah-rumah dengan harga tinggi itu biasanya dibeli oleh investor asing, tapi permintaannya mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir karena pemerintah melarang investor untuk menjadikan rumah baru sebagai investasi.

Pengembang mulai membangun apartemen mewah hingga mencapai jumlah rekor menjelang 2015, berharap untuk meraup untung dari gelombang uang asing yang menargetkan properti London.

Sejak itu, pasar perumahan kelas atas London telah dilanda serangkaian kenaikan pajak properti, kontrol modal dan ketidakpastian Brexit, sehingga menghalangi investor dan meninggalkan pengembang dengan unit kosong yang terlalu mahal untuk penduduk London.

Rata-rata harga yang ditawarkan untuk rumah baru di London naik sedikit pada kuartal I/2019 menjadi 909 pound sterling, atau setara dengan Rp16,6 juta per kaki persegi, 74% lebih tinggi dibandingkan dengan pada 2010. Adapun, wilayah termahal ada di Kensington dan Chelsea.

Program pinjaman help-to-buy yang diperkenalkan pada 2013, membuat peminjam bisa mengambil kredit pemilikan rumah dengan uang muka (down payment) hanya 5 persen.

Dengan program tersebut, Pemerintah London memberikan pinjaman tanpa bunga hingga 40 persen dari biaya rumah baru di London sebagai imbalan atas saham dalam setiap kenaikan nilai properti selama periode tersebut.

Hanya rumah baru seharga kurang dari atau sama dengan 600.000 pound yang memenuhi syarat untuk program tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top