Siasati Tren Negatif Harga, PTBA Genjot Produksi Batu Bara Kalori Tinggi

Produksi batu bara kalori tinggi tahun ini direncanakan antara 3,5-4 juta ton. Adapun sepanjang tahun lalu volume produksinya masih di bawah 1 juta ton.
Lucky Leonard | 24 April 2019 15:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) akan menggenjot produksi batu bara kalori tinggi untuk menjaga margin perseroan di tengah tekanan terhadap harga yang berlangsung sejak akhir tahun lalu.

Direktur Niaga PTBA Adib Ubaidillah mengatakan produksi batu bara kalori tinggi tahun ini direncanakan antara 3,5-4 juta ton. Adapun sepanjang tahun lalu volume produksinya masih di bawah 1 juta ton.

"Untuk penjualan batu bara medium to high kita masuk pasar Taiwan, Filipina, kemudia Malaysia, di samping pasar tradisional ke Jepang," ujarnya, Rabu (24/4/2019).

Ke depan, tambahnya, PTBA akan mengincar pasar batu bara kalori tinggi untuk smelter di dalam negeri. Saat ini, kebanyakan batu bara yang digunakan berasal dari Australia.

"Pasar domestik kan belum banyak. Nanti kalau kebutuhannya sudah banyak dan batu bara kita berhasil diserap, pasti kita prioritaskan untuk pasar domestik," katanya.

Sementara itu, Direktur PTBA Arviyan Arifin mengatakan peningkatan produksi batu bara kalori tinggi tersebut merupakan salah satu strategi perseroan dalam menyiasati tren penurunan harga yang berlangsung sejak akhir tahun lalu. Menurutnya, margin yang diperoleh dari batu bara kalori tinggi jauh di atas batu bara kalori menengah dan rendah.

Dengan strategi tersebut, ada peningkatan rasio pengupasan (stripping ratio/SR) sepanjang kuartal I/2019 dari 4,2 menjadi 4,3. Adapun SR hingga akhir tahun bisa naik hingga 4,8.

"SR memang akan lebih tinggi, tapi marginnya tinggi juga. Kalau dihitung, peningkatan cash cost-nya gak masalah karena ini memang by design," tuturnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt bukit asam

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top