Pengembang Harapkan Ekonomi Segera Membaik

Usai pesta demokrasi, sejumlah pengembang properti mengharapkan ke depan pertumbuhan perekonomian Indonesia makin stabil dan menguat dan menjadi pendorong utama bisnis properti dan kemampuan daya beli masyarakat.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 April 2019  |  07:32 WIB
Pengembang Harapkan Ekonomi Segera Membaik
perumahan

Bisnis.com, JAKARTA – Usai pesta demokrasi, sejumlah pengembang properti mengharapkan ke depan pertumbuhan perekonomian Indonesia makin stabil dan menguat. Hal itu bakal menjadi pendorong utama bisnis properti dan kemampuan daya beli masyarakat.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk Olivia Surodjo berharap pemilihan umum dapat berakhir dengan baik dan damai, sehingga aktivitas ekonomi diharapkan bisa kembali normal bahkan membaik.

“Kalau damai dan perekonomian membaik, kan tidak hanya properti tapi semua sektor bisa membaik, jadi bisa memacu, terutama sektor properti yang sekarang ini masih lesu,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (17/4/2019).

Metland juga berencana meluncurkan produk-produknya yang sebelumnya tertunda pada semester II/2019, sembari menantikan periode pemilihan umum selesai.

Kemudian, Associate Director PT Ciputra Residence Yance Onggo berharap setelah pemilihan umum, situasinya bisa dikendalikan dengan baik seperti periode sebelumnya. Jika situasinya baik, menurut Yance akan membuat makroekonomi membaik, bisnis bisa berjalan baik, dan semua warga negara bisa lebih sejahtera.

Menurut Yance, selama ini peraturan terkait perumahan dan program pemerintah sudah baik seperti Program Satu Juta Rumah, percepatan pembangunan infrastruktur melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 di kawasan yang tertinggal, dan pembangunan 10 kota baru.

“Dengan adanya infrastruktur akan meningkatkan ekonomi untuk yang kawasan tertinggal juga kan, karena jadi ada akses. Jadi sudah baik sebetulnya,” kata Yance.

Ciputra Residence mengharapkan aturan-aturan yang direncanakan tahun ini seperti penyelesaian pembangunan infrastruktur, kenaikan batas harga dan batas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) agar bisa segera terlaksana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top