Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bahan Aspal, Gapkindo Sarankan Penggunaan Karet SIR 20

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menyarankan agar pembuatan aspal menggunakan karet, memakai bahan baku karet padat berkualitas Standard Indonesian Rubber (SIR) 20.
Ilustrasi: Penggunaan aspal karet/westernpma.org
Ilustrasi: Penggunaan aspal karet/westernpma.org

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menyarankan agar pembuatan aspal menggunakan karet, memakai bahan baku karet padat berkualitas Standard Indonesian Rubber (SIR) 20. Pasalnya, produksi karet berbentuk latex di dalam negeri masih kecil.

“Memang teknologi yang tersedia dengan [menggunakan] latex, tetapi di Indonesia ini sangat sedikit juga [volumenya]. Kalau untuk keperluan pabrik sarung tangan [medis] saja harus impor, jadi gunakanlah [karet] SIR 20,” ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Uhendi menyatakan produksi karet pada akhir tahun lalu mencapai sekitar 3,6 juta ton. Adapun, produksi karet SIR 20 mendominasi sebanyak 96,7% dari total produksi.

Menurutnya, penggunaan karet dalam pembuatan aspal akan menambah biaya produksi, tetapi juga akan menghasilkan kualitas yang lebih tinggi. Dari beberapa simulasi ditemukan bahwa penggunaan karet dalam pembuatan aspal akan menambah biaya pembuatan aspal sebesar 20% dan meningkatkan kualitas jalan sebesar 50%.

Dari sisi ketersediaan, kata Uhendi, industri karet di Tanah Air dapat menyediakan sekitar 98.160 ton karet SIR 20 selama April—Juli tahun ini. Dengan kata lain, asosiasi siap memenuhi permintaan karet untuk pembuatan aspal karet.

Sementara itu, selain baja dan karet, pemerintah juga melihat potensi skrap plastik dalam pembuatan aspal. Seperti diketahui, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Cilegon dalam pembangunan jalan raya sejauh 10 km menggunakan aspal plastik.

Perseroan menyatakan akan terus mengajak sektor swasta maupun pemerintah daerah dalam negeri dalam pembangunan jalan menggunakan aspal plastik.

Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan penggunaan skrap plastik untuk aspal tidak bisa mengurangi jumlah sampah plastik. Namun, kementerian mengapresiasi insiasi tersebut. Pihaknya mendorong penggunaan aspal skrap bahan baku plastik untuk jalan di perumahan dan jalur pedestrian.

"Akan tetapi, penggunaan aspal skrap bahan baku plastik secara massal harus melalui uji keselamatan terlebih dulu," ujarnya kepada Bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Andi M. Arief
Editor : Galih Kurniawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper