Pilot Ethiopian Air & Lion Dapat Input Keliru? Ini Penjelasan Boeing

Boeing Co. akan mengkaji dan menindaklanjuti laporan pendahuluan investigasi yang diterbitkan Ethiopian Accident Investigation Bureau (AIB)
Rio Sandy Pradana | 05 April 2019 14:42 WIB
Ilustrasi - Logo perusahaan produsen pesawat terbang Boeing - Reuters/Lucy Nicholson

Bisnis.com, JAKARTA - Boeing Co. akan mengkaji dan menindaklanjuti laporan pendahuluan investigasi yang diterbitkan Ethiopian Accident Investigation Bureau (AIB) terkait dengan kecelakaan Ethiopian Airlines ET 302.


Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes Kevin McAllister menyampaikan terima kasih kepada AIB atas kerja keras dan upaya yang terus dilakukan terkait dengan kecelakaan yang menewaskan 157 orang tersebut. 


"Kami akan mengkaji laporan pendahuluan AIB secara seksama, dan akan mengambil setiap dan semua langkah tambahan yang diperlukan untuk meningkatkan keamanan pesawat kami," kata McAllister dalam siaran pers, Jumat (5/4/2019).


Dia menambahkan, laporan pendahuluan tersebut mengandung informasi rekaman data penerbangan (flight data recorder) yang mengindikasikan bahwa pesawat telah mendapatkan input sensor Angle of Attack (AOA) yang keliru dan mengaktivasi Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) saat penerbangan. Kejadian kecelakaan tersebut seperti yang terjadi pada penerbangan Lion Air JT 610.


Pihaknya menuturkan untuk memastikan aktivasi MCAS yang tidak diinginkan terjadi kembali, Boeing telah mengembangkan dan berencana meluncurkan pembaruan perangkat lunak untuk MCAS dan pelatihan pilot yang komprehensif serta program pendidikan tambahan untuk pesawat B737 MAX.


Pembaruan ini, lanjutnya, menambahkan tahapan/lapisan pengaman yang akan mencegah data yang keliru mengakvitasi MCAS. Kru penerbangan akan selalu memiliki kemampuan untuk membatalkan MCAS dan mengendalikan pesawat secara manual.


Dia memastikan keselamatan merupakan nilai utama serta keselamatan pesawat, penumpang dan kru para pelanggan selalu menjadi prioritas utama.  Para pakar teknis Boeing terus mendukung berlangsungnya penyelidikan ini.

Boeing terus bekerja dengan lembaga Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) dan lembaga regulator lainnya di seluruh dunia terkait dengan pengembangan dan sertifikasi pembaruan perangkat lunak dan program pelatihan tersebut.


Pihaknya juga terus bekerja sama dengan Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (National Transportation Safety Board/NTSB) sebagai penasihat teknis yang mendukung penyelidikan AIB. 


"Sebagai pihak yang memberikan dukungan teknis di bawah pimpinan lembaga penyelidikan yang berwenang, berdasarkan protokol internasional dan peraturan NTSB, Boeing tidak diperkenankan untuk mengungkapkan informasi apapun terkait penyelidikan yang sedang berlangsung," ujarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing, kecelakaan pesawat, lion air JT 610, ethiopian airlines

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup