Konservasi Citarum, PJT II Kembangkan Biogas dan Pupuk Organik

Perum Jasa Tirta II mengembangkan energi terbarukan biogas dan pupuk organik guna memelihara kelestarian Sungai Citarum, Jawa Barat.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 22 Maret 2019  |  12:45 WIB
Konservasi Citarum, PJT II Kembangkan Biogas dan Pupuk Organik
Suasana pemandangan sungai Citarum di kawasan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (15/1). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA -- Perum Jasa Tirta II mengembangkan energi terbarukan biogas dan pupuk organik guna memelihara kelestarian Sungai Citarum, Jawa Barat, sumber air Bendungan Jatiluhur yang dikelola perseroan.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II U. Saefudin Noer mengatakan pihaknya membangun 35 unit reaktor biogas untuk peternak sapi di Pangalengan, wilayah hulu Sungai Citarum.

Pengembangan biogas diharapkan membuat peternak tidak lagi membuang limbah kotoran sapi ke sungai. Di sisi lain, pemanfaatan limbah kotoran sapi untuk biogas juga memberikan manfaat ekonomi bagi peternak.

Dia menyebutkan ada sekitar 325 ekor sapi dari populasi 8.000 ekor yang sudah mendapat program alih limbah. PJT II juga mendorong pemanfaatan ampas biogas untuk pembuatan pupuk organik.

Secara umum, pencemaran limbah kotoran hewan berkurang 81% berkat pengembangan biogas dan ampas biogas.

Di Jakarta, PJT II menyalurkan 1.095 karung pupuk organik kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pupuk tersebut rencananya digunakan untuk upaya konservasi lingkungan dan penanggulangan erosi oleh 34 Balai Besar Wilayah Sungai, 10 perusahaan, 10 tokoh masyarakat, dan 15 sekolah.

"Perum Jasa Tirta II terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam program Citarum Harum, yang dilakukan baik di Citarum Hulu maupun Hilir," ujar Saefudin, Jumat (22/3/2019).

Di hilir Sungai Citarum, PJT II juga terlibat dalam konsevasi sumber daya air dalam bentuk penataan keramba jaring apung, penaataan sungai mati, dan perikanan tangkap berbasis budidaya. Dia menekankan PJT II akan terus berupaya memelihara keberlangsungan aliran Sungai Citarum sebagai sumber utama tiga waduk, yakni Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.

Sebagaimana diketahui, PJT II merupakan pengelola Bendungan Jatiluhur, bendungan terbesar di Indonesia. Berdasarkan Laporan Tahunan PJT II 2017, perusahaan tersebut mengelola air dari Bendungan Jatiluhur sebanyak 8 miliar meter kubik per tahun.

Sebanyak 90% dari jumlah itu disalurkan untuk irigasi 300.000 hektare (ha) lahan pertanian di Jawa Barat (Jabar). PJT II juga menyalurkan hampir 1 miliar meter kubik air baku untuk PDAM dan industri.

Sementara itu, air bersih yang disalurkan pada 2017 mencapai 2,2 juta meter kubik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sungai citarum, perum jasa tirta ii

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top