Pemerintah Tawarkan 8 Proyek Kereta Api Senilai Rp140 T, Berminat?

Kementerian Perhubungan mengundang investor swasta dan BUMN menggarap sekaligus mengelola delapan proyek perkeretaapian senilai lebih dari Rp140 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka | 21 Maret 2019 10:42 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan mengundang investor swasta dan BUMN menggarap sekaligus mengelola delapan proyek perkeretaapian senilai lebih dari Rp140 triliun.

Kasubdit Lalu Lintas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Yudi Karyanto mengatakan, pelibatan swasta dan BUMN untuk menggarap kedelapan proyek itu karena terbatasnya porsi pendanaan yang berasal dari APBN.

Dalam perhitungan Ditjen Perkeretaapian, 64% dari seluruh proyek perkeretaapian yang membutuhkan anggaran US$30 miliar hingga 2030 diharapkan diperoleh dari swasta atau BUMN.

“Kami mengundang [investor] yang punya big money investasi dengan skema KPBU [kerja sama pemerintah dengan badan usaha]. Seperti yang ada di sini, ada 8 proyek yang kami targetkan [pada] 2030,” katanya dalam acara Indonesia Railway Conference 2019 di Kemayoran Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Dia memaparkan kedelapan proyek itu terdiri atas tiga proyek urban transport dan lima proyek intercity transport.

Perinciannya adalah proyek KA Lahat-Tarahan Line senilai Rp107 triliun, KA Makassar—Marros—Sungguminasa—Takalar (Maminasata) Rp12 triliun, KA Medan—Binjai—Deli Serdang (Mebidang), KA Tanjung—Banjarmasin Rp16 triliun, KA Bandara Kertajati, Bandung City Railroad, LRT Cibubur—Bogor senilai Rp5,17 triliun dan KA Cibungur—Tanjungrasa Line Sohortcut.

Pada 2030, Yudi menargetkan Indonesia bisa memiliki jalur KA sepanjang 13.000 kilometer (km) dari saat ini hanya 6.000 km. Untuk membangun jalur KA sepanjang 13.000 km, Indonesia membutuhkan investasi infrastruktur sebesar US$30,06 miliar dan mengadakan rolling stock sebesar US$35,52 miliar.

Sejauh ini, Kemenhub mencatat jalur KA yang sudah ada yakni KA Sumatra beroperasi 1.872,8 km dan tidak beroperasi sepanjang 628 km, di Pulau Jawa yang beroperasi 4.131,7 km dan yang tidak beroperasi 1.862,5 km.

Untuk KA Trans-Sulawesi yang tengah dibangun berkisar 45 km. Dengan jumlah jalur KA itu, total jalur rel yang ada di Indonesia yakni 6.004,5 km yang beroperasi, serta 2.490,5 km yang tidak beroperasi.

“Kita sih berharap pada 2030 akan dikembangkan menjadi kurang lebih 13.000 km,” terangnya.

Dia menegaskan jalur KA yang ada terlalu sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk sebanyak 270 juta jiwa.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, kemenhub, investor

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup