Produksi Naik, Laba PTPN V Capai Rp240,21 Miliar

PT Perkebunan Nusantara V berhasil mencatat produksi tandan buah segar sebanyak 24,94 ton per hektare per tahun pada 2018.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  15:00 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU - PT Perkebunan Nusantara V berhasil mencatat produksi tandan buah segar sebanyak 24,94 ton per hektare per tahun pada 2018.

Jmlah tersebut merupakan capaian tertinggi perusahaan sejak didirikan 23 tahun lalu.

Jatmiko K. Santosa, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, mengatakan produktivitas tandan buah segar (TBS) kelapa sawit  pada 2018 melampaui capaian tahun sebelumnya sebanyak 19 ton per hektare per tahun.

“Kami bersyukur dengan bertambahnya usia perusahaan, produktivitas kami juga terus bertambah. Kebun sawit kami mencatatkan rekor produktivitas TBS tertinggi dalam sejarah PTPN V, yakni 21,94 ton per hektare per tahun,” katanya, Selasa (19/3/2019).

Meningkatnya produksi TBS PTPN V juga menggenjot laba perusahaan unaudit menjadi Rp240,21 miliar pada 2018, atau sekitar 19% di atas rencana kerja dan anggaran perusahaan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, peningkatan produksi TBS tersebut disebabkan pemeliharaan dan budi daya tanaman yang dilakukan dengan maksimal, peningkatan kapasitas pabrik TBS, penekanan potensi losses, dan pembelian bahan baku TBS serta bokar yang efektif.

Jatmiko menuturkan tahun ini PTPN V menargetkan mampu meningkatkan produksi hingga 24 ton per hektar per tahun, dengan rendemen 23,25%, dan laba bersih sebesar Rp325 miliar.

Dia meyakini strategi yang dilaksanakan perusahaan dapat mewujudkan peningkatan produktivitas dan laba perusahaan di tengah himpitan harga kelapa sawit.

“Kami percaya penerapan inovasi, meningkatkan nilai tambah terhadap setiap potensi, dan implementasi competency based performance untuk asset vital SDM dapat meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Selain itu, PTPN V juga akan membangun satu pabrik kelapa sawit lagi dengan kapasitas 30 ton TBS per jam. Rencananya perusahaan akan mempertimbangkan initial public offering (IPO) untuk mendapatkan pendanaannya.

Rencananya, tahun ini PTPN V juga akan memperluas lahan produktif kelapa sawit menjadi 63.412 hektare. Dari 79.000 hektare lahan kebun kelapa sawit yang dimiliki perusahaan, hanya 59.711 hektare yang produktif.

Peningkatan lahan kebun kelapa sawit produktif itu juga sejalan dengan rencana kerja kerja PTPN V yang ingin menurunkan luas kebun dengan tanaman belum menghasilkan (TBM) menjadi 12.937 hektare dari semula seluas 15.000 hektare.

Saat ini PTPN V memiliki kebun seluas 92.000 hektare dan pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 575 ton per jam.

Sepanjang 2018 PTPN V juga mampu memproduksi 1,3 juta ton TBS, sedikit di atas target yang ditetapkan sebanyak 1,26 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sawit, ptpn v

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top