Investasi Properti di Bali Jadi Incaran

Suhu politik yang memanas jelang pemilu presiden 2019 tidak menyurutkan investasi properti, termasuk di antaranya di Bali.
Putri Salsabila | 15 Maret 2019 19:32 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Suhu politik yang memanas menjelang pemilu presiden 2019 ternyata tak menyurutkan minta investasi di bidang properti, termasuk di Bali.

Di Pulau Dewata, Permata Graha Land (PGL) berhasil menjual proyek Ratnamaya.  Pengembang ini berhasil menjual 30% unitnya pada penjualan perdana Vila Ratnamaya saat grand launching beberapa waktu lalu.

“Saat ini, yang tersisa tinggal 8 unit lagi,” ujar Direktur Marketing PGL, Satya Adi dalam keterangan persnya , Jumat (15/3/2019).

Satya mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini, dan situasi politik yang stabil menjelang pemilu.

“Jadi, faktor wait and see sebenarnya tidak terlalu signifikan bagi investor, yang lebih utama adalah instrumen yang mereka gunakan untuk berinvestasi, properti adalah instrumen investasi yang paling aman dan menguntungkan di tahun politik,” ujar dia.

Satya menambahkan, investasi properti di Bali sangat menjanjikan mengingat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, terdapat peningkatan jumlah wisatawan  baik domestik maupun internasional. Hal ini tentu berpengaruh terhadap bisnis properti di pulau dewata.

“Di tahun 2018, tercatat jumlah wisatawan mancanegara menembus angka 5,7 juta orang, ini sungguh potensi yang luar biasa bagi para investor properti,” ujarnya.

Satya mengatakan selain harga, konsumen juga melihat lokasi properti. Menurutnya, Ratnamaya memiliki  lokasi sangat strategis di tengah kawasan wisata Bali.

“Ratnamaya berlokasi di tengah-tengah kawasan elit Uluwatu, di sana sudah terdapat beberapa resort dan beach club kelas internasional seperti Alila Resort, OMNIA Dayclub, Bulgari Resort, The Edge, dan Sundays Beach Club,” ucapnya.

Satya mengungkapkan, pemilik vila bisa menempati sendiri bisa juga menyewakan. Harga sewa villa di daerah Pecatu dan Uluwatu per malamnya bisa mencapai 14 juta.  

Namun, sambung Satya, untuk mendongkrak jumlah penyewa dan juga menyasar market turis yang membutuhkan penginapan dengan harga sewa yang lebih terjangkau, pihaknya bisa memasang harga sewa Rp3 jutaan per malam.

Dengan strategi ini, Satya yakin Villa Ratnamaya akan menjadi tempat favorit untuk berlibur. “Itulah sebabnya pada saat grand launching, villa Ratnamaya laris dibeli konsumen dan jadi salah satu incaran investasi,” ungkapnya.

General Manager Proyek Ratnamaya Surya mengungkapkan pihaknya masih akan memberikan harga spesial bagi para konsumen yang tertarik berinvestasi vila sebelum acara Gala Dinner 23 Maret mendatang.

“Kami masih memberikan promo harga perdana sebesar Rp1,5 miliar dengan cicilan sebesar Rp9 juta per bulan, harga tersebut sangat murah jika dibandingkan dengan vila-vila lain di lokasi tersebut yang mencapai Rp3 miliar, “ ucap Surya.

Proyek Villa Ratnamaya hanya memiliki 20 unit vila premium eksklusif dan dikelilingi oleh sejumlah hotel atau resort berskala internasional yang sering menjadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas, seperti Alila Villas Uluwatu, Bulgari Resort, The Edge, Ungasan Clifftop Resort.

Selain itu, terdapat sejumlah beach club ternama misalnya Omnia Dayclub dan Sundays Beach Club.

Tag : bali, vila bali
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top