Teknologi Dry Wall Buat Bangunan Lebih Ramah Lingkungan

Rangka bangunan yang umumnya menggunakan batu bata, kemudian disemen dan diaci kini bisa digarap lebih efisien dan ramah lingkungan jika rangka bangunan diganti menjadi rangka besi atau dry wall.
Mutiara Nabila | 14 Maret 2019 18:12 WIB
drywall. - trim/tex

Bisnis.com, JAKARTA – Rangka bangunan yang umumnya menggunakan batu bata, kemudian disemen dan diaci kini bisa digarap lebih efisien dan ramah lingkungan jika rangka bangunan diganti menjadi rangka besi atau dry wall.

Presiden Direktur Jayaboard Andi Chandra mengatakan bahwa dengan menggunakan dry wall, pembangungan bisa lebih rapi, tidak seperti yang memakai semen dan aci yang berantakan membuat air untuk mengolah semen dan membersihkannya banyak terbuang sia-sia.

“Dari sisi ramah lingkungan kan kalau pakai drywall kan lebih hemat dari sisi pemakaian air. Pemakaian air itu menurut saya concern paling besarnya, jadi kalau pakai dry wall ini bisa jadi lebih hemat,” ungkapnya kepada Bisnis di Megabuild Indonesia, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, penggunaan air lebih boros dengan metode pembuatan dinding yang konvesional seperti dengan semen dan aci. Pasalnya, untuk mengaduk semen dan aci perlu banyak air.

"Belum lagi ditambah dengan pengerjaan yang berantakan membuat penggunaan air bertambah juga untuk membersihkan sisanya," tambahnya.

Selain itu, karena menggunakan rangka besi, bangunan juga akan lebih aman dari gempa, benturan, suara, dan api.

“Dari kami sudah dites kalau dinding bata dites itu roboh, sedangkan kalau dry wall itu bisa lebih kokoh, dia ngga roboh dan lebih ringan juga dari segi bobot,” jelasnya.

Di negara maju, kata Andi, sudah banyak yang mulai pindah menggunalan dry wall dalam pembangunan properti, tidak lagi menggunakan batu bata ataupun beton. Untuk menjadikannya tren dan bisa digunakan di bangunan masa depan, selain menyediakan barang, perlu juga membangun kemampuan tukang.

Selanjutnya, dari sisi biaya, pengguna dry wall juga bisa mengeluarkan biaya yang lebih hemat. Kendati biaya untuk bahan masih sama, tapi dengan pengerjaan yang lebih cepat, biaya yang dikeluarkan bisa lebih efisien.

“Kalau pakai dry wall kan pembangunan bisa lebih cepat, jadi walaupun dari bahan biayanya sama, tapi pengguna bisa menghemat biaya tukang. Kemudian, dry wall kan harus dilapis papan gipsum, itu juga membuat biaya untuk mengecat lebih murah, karena hanya butuh mengecat satu lapis dan tidak perlu memakai primer segala,” paparnya.

Andi optimistis suatu hari, bangunan yang ada di Indonesia bisa dibuat dengan bahan metal dan papan gipsum seperti Australia dan Amerika yang konstruksinya sudah menggunakan dry wall.

Tag : pembangunan perumahan
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top