Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres JK Ingatkan Boeing Agar Buktikan Pesawatnya Aman 

Pemerintah meminta Boeing membuktikan bahwa pesawat buatannya aman. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan industri pesawat sangat peka dan sensitif soal keamanan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 12 Maret 2019  |  15:39 WIB
Wapres JK mengingatkan Boeing untuk membuktikan bahwa pesawat buatannya aman. - Bisnis/Anggara Pernando
Wapres JK mengingatkan Boeing untuk membuktikan bahwa pesawat buatannya aman. - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan industri pesawat sangat peka dan sensitif soal keamanan. Untuk itu ia mengingatkan pabrik pesawat Boeing membuktikan keamanan pesawat yang mereka produksi.

Hal itu disampaikan Wapres JK terkait kecelakaan naas yang melibatkan  pesawat Boeing dalam waktu yang berdekatan. 

Menurut JK tindakan pemerintah Indonesia melarang terbang sementara Boeing 737 Max 8 guna memastikan tingkat keamanan pesawat. Pemerintah tidak ingin peristiwa naas jatuhnya Boeing 737 Max 8 dalam waktu berdekatan belakangan ini terjadi lagi. Terutama, lanjut JK, kecelakaan pada pesawat Boeing yang digunakan oleh maskapai nasional.

“[Pelarangan terbang Boeing 737 Max 8] Pasti mengganggu sedikit [pelayanan penerbangan]. Kalau 10 Lion [Air] di-grounded, pasti mengganggu penerbangan kan. Di dunia juga gitu, saham Boeing langsung turun, saham pesawat [yang jatuh] itu juga turun. Pasti mengganggu,” kata Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Selasa (12/3/2019).

JK menyebutkan tindakan pelarangan terbang merupakan bentuk kehati-hatian. “Kalau terjadi apa-apa, habis kan,” kata JK.

Pengetatan terhadap pesawat produk Boeing, yaitu Boeing 737-8 Max kembali diingatkan usai musibah kecelakaan yang dialami Ethiopian Airlines tujuan Nirobi pada Minggu (10/3/2019).

Pesawat tersebut hilang kontak beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa dan dilaporkan menewaskan semua 157 penumpang.

Sebelumnya, pesawat jenis serupa yang dioperasikan Lion Air juga jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang. Hingga saat ini penyebab pasti kecelakaan tersebut sedang dalam investigasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat jatuh ethiopian airlines
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top