Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IFEX 2019 Tampilkan Furnitur Tradisional, Modern Hingga Retro

Pameran mebel terbesar Indonesia International Furniture Expo (Ifex) 2019 resmi dibuka. Pameran ini membuat peluang industri furnitur di Indonesia terbuka makin lebar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  16:45 WIB
IFEX 2019 Tampilkan Furnitur Tradisional, Modern Hingga Retro
Suasana pameran IFEX 2019 di Jakarta, Senin (11/3 - 2019).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pameran mebel terbesar di Indonesia, International Furniture Expo (Ifex) 2019 resmi dibuka. Pameran ini membuat peluang industri furnitur di Indonesia terbuka makin lebar.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan bahwa untuk memajukan industri furnitur Indonesia perlu ada kerja sama dengan negara lain, seperti China.

Adapun, Dalam pameran ini, tak hanya perusahaan furnitur asal Indonesia yang bergabung, tapi juga diikuti oleh perusahaan furnitur dari berbagai negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan China.

“Nilai ekspor furnitur Indonesia hanya mencapai US$2,5 miliar. Kami optimis, industri furnitur di Indonesia bisa berkembang apabila potensi lokal terus ditingkatkan, salah satunya dengan acara seperti pameran ini,” jelasnya dalam Konferensi Pers IFEX di Jakarta, Senin (11/3).

Dalam pameran ini, mayoritas perusahaan meubel menjual barang berbahan kayu dan rotan, yang merupakan salah satu bahan untuk mendukung gerakan ramah lingkungan. Adapun, untuk warna, yang banyak digemari adalah warna-warna netral seperti putih, perak, atau kayu alami.

Pameran ini umumnya juga menawarkan furnitur untuk mengisi rumah dengan gaya tradisional seperti adat Dayak dan Bali, moderen, dan retro yang cocok untuk mengisi hunian dari yang kecil hingga yang besar dan untuk restoran.

“Di Indonesia, untuk ketersediaan bahan baku tersebut sudah dilakukan koordinasi lintas kementerian seperti membuka Pusat Inovasi Rotan Nasional [PIRnas] dari Kementerian Perindustrian dan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” sambungnya.

Acara pameran ini akan berlangsung mulai 11-14 Maret 2019, secara keseluruhan pihak HIMKI menargetkan transaksi hingga sekitar US$300 miliar dari pameran sendiri dan transaksi bisa terus berlanjut hingga enam bulan selanjutnya.

Selain itu, acara ini juga diisi oleh sekitar 600 perusahaan furnitur, dan 26 di antaranya adalah dari luar negeri.

“Kami memiliki banyak keunggulan dalam hal kekayaan budaya, bahan baku yang ramah lingkungan, keahlian perajin, desain yang unik, dan lain-lain. Makanya, kami optimistis Indonesia bisa jadi pemain penting di industri furnitur dunia,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

furnitur
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top