SPAM Pekanbaru Dilakukan Transaksi Akhir 2019

Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) menargetkan studi kelayakan proyek SPAM Pekanbaru dapat dilakukan transaksi akhir tahun 2019.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 03 Maret 2019  |  18:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) menargetkan studi kelayakan proyek SPAM Pekanbaru dapat dilakukan transaksi akhir tahun 2019.

Anggota BPPSPAM unsur masyarakat profesi, Popy Indrawati Janto mengatakan bahwa saat ini SPAM Pekanbaru masih dalam studi kelayakan.

"Saat ini masih dalam Feasibility Study (FS), dan direncanakan dapat melakukan transaksi akhir tahun 2019 ini," tuturnya kepada Bisnis.com, Minggu (3/3/2019).

Popy menambakan bahwa proyek ini dilaksanakan dengan skema KPBU untuk SPAM di Pekanbaru dan menelan anggaran sekitar Rp750 miliar. "Proyek ini membutuhkan Rp750 miliar dan dilakukan satu tahap saja," ujarnya.

Adapun, proyek SPAM Pekanbaru akan menggabungkan rehabilitasi dan pembangunan jaringan baru.

Nantinya, investor akan ditawarkan untuk merehabilitasi jaringan yang sudah ada (rehabilitate, operate & transfer) kapasitas 500 liter per detik. Selanjutnya, jaringan baru harus dibangun oleh investor dengan kapasitas 250 liter per detik. Pembangunan dilakukan lewat skema bangun, operasi, dan serah (build, operate & transfer/BOT).

Sebagai informasi, proyek SPAM Pekanbaru diharapkan bisa melayani 62.000 sambungan rumah dengan estimasi penyerapan penuh pada 2028. Pembangunan SPAM itu diharapkan juga bisa mengatasi kendala minimnya pasokan air untuk beberapa wilayah.

SPAM Kota Pekanbaru mengalirkan manfaat bagi masyarakat tersebar 7 Kecamatan dari 31 kelurahan yaitu Kecamatan Senapelan, Kecamatan Lima puluh, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Sail, Kecamatan Bukit Raya, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Payung Sekaki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sistem penyediaan air minum (spam)

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top