Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Asperindo : Industri Logistik Sulit Imbangi Perkembangan Teknologi

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos, dan Logistik (Asperindo) menilai kecepatan perubahan teknologi dan inovasi yang memunculkan revolusi industri 4.0 tidak dapat diimbangi oleh para pelaku logistik sehingga adaptasinya lamban.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi (kanan), memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum Budi Paryanto, saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (20/3)./JIBI-Dwi Prasetya
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi (kanan), memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum Budi Paryanto, saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (20/3)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos, dan Logistik (Asperindo) menilai kecepatan perubahan teknologi dan inovasi yang memunculkan revolusi industri 4.0 tidak dapat diimbangi oleh para pelaku logistik sehingga adaptasinya lamban.

Ketua Umum Asperindo, Mohamad Feriadi, menuturkan perubahan teknologi yang begitu cepat tidak dapat diimbangi oleh pemain logistik hingga akhirnya muncul pemain baru di sektor tersebut.

Menurutnya, ketika pemain baru yang membawa teknologi bersamanya muncul, para pelaku usaha logistik baru perlahan-lahan memulai proses digitalisasi. 

"Mau tidak mau teman-teman mengikuti pemain baru yang umumnya datang membawa teknologi, pemain-pemain lama ini menyesuaikan," terangnya kepada Bisnis, Senin (25/2/2019).

Keberadaan teknologi jelas memberikan proses yang lebih cepat dan efisien, sementara dari sisi biaya menjadi menjadi jauh lebih efisien.

"Harus kompetisi dengan pemain baru yang kecepatan luar biasa dan informasi real time kita harus berubah. Kalau tidak, kita ditinggalkan konsumen, tentu kecepatan yang dicari, kenyamanan dan kepastian pengiriman," ujarnya.

Keberadaan e-commerce, lanjutnya menjadi gayung bersambut dengan pemain logistik yang sudah memiliki teknologi, sementara mereka yang belum memiliki teknologi menjadi tertinggal. Saat ada teknologi, kebutuhan logistik tinggal berintegrasi dengan e-commerce.

"Sederhananya pilar e-commerce, market place, payment, logistics, konsumen lantas dapat informasi jelas, siapa yang antar, lacak, bagaimana bayar," imbuhnya.

Kompetisi hari ini lanjutnya, adalah bagaimana masing-masing pelaku industri memanfaatkan big data sebagai informasi . Pengelolaan big data yang baik akan menjadi kunci dalam pengembangan model bisnis selanjutnya. 

Di sisi lain, dia menilai pengembangan bisnis saat ini sangat berkaitan dengan konektivitas internet, 

"Internet itu tetap jadi pekerjaan rumahnya pemerintah, membangun infrastruktur fisik jaringan internet, pemerintah bantu bentuk itu, sehingga masyarakat dan kita pengusaha bisa memanfaatkan itu dengan baik," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper