LRT Beroperasi Maret 2019, Tarif Ditentukan Pemprov DKI. Ini Rutenya

Kereta LRT akan operasional pada akhir Maret 2019 dengan tarif dan rute sebagai berikut
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  07:37 WIB
LRT Beroperasi Maret 2019, Tarif Ditentukan Pemprov DKI. Ini Rutenya
Pekerja menyelesaikan pemasangan rel kereta ringan atau "Light Rail Transit" (LRT) rute Cibubur-Cawang di Jakarta, Jumat (28/9/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta dengan rute Kelapa Gading-Velodrome akan segera beroperasi pada Maret 2019. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ajak warga berbondong-bondong pakai angkutan massal.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan terkait penyelesaian hal-hal yang belum selesai pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor PT Jakpro untuk selanjutnya akan segera dilakukan sertifikasi guna memastikan keselamatan dan keamanan pengoperasian LRT ini nantinya.

“Insyaallah akhir Maret selesai. Karena bagian signal dan depo itu yang belum selesai. Akhir Maret baru dioperasikan. Tidak ada kendala lain. Jadi kita tunggu konstruksi berkaitan dengan signal dan depo selesai,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/2/2019).

Penyelesaian pembangunan LRT Jakarta per 21 Februari kemarin secara keseluruhan sudah mencapai 99,4%. Dia menuturkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengembangnya dan perkiraan selesai pada pertengahan Maret 2019.

"Itu selesainya kira-kira pertengahan Maret setelah itu kita sertifikasi. Sertifikasi sekitar 1 - 2 minggu selesai,” ungkapnya.

Terkait tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome yang akan ditetapkan, Menhub menyebut nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Dia menyebut banyak manfaat yang akan diperoleh dengan beroperasinya LRT Jakarta ini, diantaranya menjadi solusi mengurangi kemacetan di Jakarta, sebagai modal shifting atau moda pilihan selain kendaraan pribadi, meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, dan menjadi moda transportasi yang ramah lingkungan. 

Terlebih lagi LRT ini nantinya juga akan terintegrasi dengan moda transportasi Transjakarta. Oleh karena itu, Budi Karya mengajak masyarakat untuk berubah dari menggunakan angkutan pribadi ke angkutan massal.

“Masyarakat memang harus diubah pola berkendaraannya dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum. Ini butuh suatu culture yang mau berkorban mesti jalan sekian meter, harus dilakukan angkutan massal yang lain itu menjadi konsekuensi,” ucapnya.

Rencananya terdapat 6 stasiun layang yang dilaluinya.

Kereta LRT Jakarta ini memiliki panjang lintasan sekitar 5,7 km dari Kelapa Gading - Velodrome, melewati 6 (enam) Stasiun elevated/layang, yakni Mal Kelapa Gading, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, Stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur dan 1 buah Depo LRT.

Pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading - Velodrome dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta. 

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai kontraktor pembangunan sekaligus nantinya akan menjadi operator LRT rute Kelapa Gading - Velodrome.

Ditjen Perkeretaapian Kemenhub telah melakukan pengujian sarana LRT Jakarta terhadap 8 trainset (16 sarana/kereta) yang akan dioperasikan. Dari 8 trainset tersebut, 4 trainset telah terbit sertifikat pengujian oleh Ditjen Perkeretaapian dan 4 trainset lainnya dalam proses penerbitan. 

Berdasarkan timeline dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, pada 4 Maret 2019 Ditjen Perkeretaapian akan melakukan safety assesment atau penilaian aspek keselamatan tahap 2. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengajak masyarakat untuk mengalihkan moda transportasinya ke angkutan massal seperti LRT ini. Terlebih, LRT ini nantinya juga akan terintegrasi dengan moda transportasi Transjakarta.

“Masyarakat memang harus diubah pola berkendaraannya dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum. Ini butuh suatu culture yang mau berkorban mesti jalan sekian meter, harus dilakukan angkutan massal yang lain itu menjadi konsekuensi,” ucapnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/2/2019).

Pada 11 Maret 2019, PT Jakarta Propertindo selaku pelaksana proyek melakukan proses izin usaha, izin operasi, PSO, penetapan tarif, dan permohonan operasi ke Gubernur DKI Jakarta. Apabila proses tersebut berjalan baik, LRT sudah bisa dioperasikan secara komersil pada 18 Maret 2019

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LRT

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top