Pada 2018, VDNI Sumbang Ekspor US$142,2 Juta

Pada September 2017 lalu, untuk pertama kalinya VDNI melakukan kegiatan ekspor NPI sebanyak 7.733 metrik ton dengan tujuan ke China.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  14:00 WIB
Pada 2018, VDNI Sumbang Ekspor US$142,2 Juta
Aktifitas penambangan nikel. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pengolah nikel yang beroperasi di Konawe, Sulawesi Tenggara, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), mencatatkan sumbangan ekspor nickel pig iron senilai US$142,2 juta hingga akhir tahun lalu.

Pada September 2017 lalu, untuk pertama kalinya VDNI melakukan kegiatan ekspor nickel pig iron alias NPI sebanyak 7.733 metrik ton dengan tujuan ke China.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa industri pengolahan dan pemurnian atau smelter berbasis nikel semakin menggeliat seiring dengan peningkatan investasi yang masuk ke Indonesia. Terlebih lagi, industri smelter dinilai berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional lantaran sejalan terhadap program peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

“Pemerintah berkomitmen melaksanakan kebijakan hilirisasi industri, karena mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal dan penerimaan devisa dari ekspor,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (25/2/2019).

Untuk itu, Airlangga memberikan apresiasi kepada VDNI yang telah merealisasikan investasinya senilai US$1 miliar untuk membangun 15 tungku Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dengan total kapasitas produksi bisa mencapai 800.000 metrik ton per tahun untuk menghasilkan nickel pig iron yang memiliki kadar nikel 10%-12%

“Kami menyambut baik proyek ini, apalagi akan dilanjutkan menjadi industri yang terintegrasi dan menghasilkan stainless steel berkelas dunia,” ujarnya.

Selain menyumbang ekspor NPI, proyek ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 6.000 orang yang sebagian besar merupakan warga asli Sulawesi Tenggara dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 10.000 orang yang merupakan bagian dari efek ganda.

Airlangga pun berharap, aktivitas industrialisasi ini mendapat dukungan harmonis dari masyarakat, pemerintah daerah dan stakeholder. “Dengan kerja sama yang baik, keberadaan industri ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Fasilitas smelter dengan luas area 700 hektare tersebut menjadi salah satu fasilitas pemurnian bijih nikel terbesar di Indonesia. VDNI adalah anak perusahaan Jiangsu Delong Nickel Industry Co., Ltd, produsen feronikel terkemuka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PT Virtue Dragon Nickel Industry

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top