Hunian Segmen Premium, Perumahan Klaster Tetap Menjadi Incaran

Kelas menengah ke atas cenderung lebih meminati perumahan dengan sistem klaster karena lebih bersifat eksklusif.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  18:07 WIB
Hunian Segmen Premium, Perumahan Klaster Tetap Menjadi Incaran
Hunian Segmen Premium, Perumahan Klaster Tetap Menjadi Incaran - Antara/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -  Konsep hunian yang berbeda dan fasilitas yang disediakan pengembang menjadi hal yang paling sering dicari konsumen properti. Bahkan, potensi investasi sudah bukan menjadi penarik minat pembeli properti.

Untuk segmen menengah ke atas, tidak semua jenis produk akan gampang terserap. Kendati tengah melandai, perumahan bertipe klaster tetap menarik bagi konsumen di segmen ini.

Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara mengatakan perumahan dengan sistem klaster cenderung lebih diminati konsumen khususnya kelas menengah ke atas karena lebih bersifat eksklusif.

"Kelebihannya keamanan sistem satu pintu, kenyamanan karena orang yang masuk lebih dibatasi, kemudian penggunaan fasilitas juga dibatasi khusus untuk penghuni klaster," kata Dani kepada Bisnis, Minggu (24/2/2019).

Berbicara mengenai produk hunian pada umumnya, menurut Dani, lokasi dan akses adalah yang paling utama. Di luar itu, kesan area, reputasi pengembang, kenyamanan, keamanan, dan fasilitas juga menjadi pertimbangan bagi konsumen.

Salah satu tantangan pada perumahan sistem klaster, kata Dani, pengembang harus memperhatikan pengelolaan terkait biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk keamanan, fasilitas, kebersihan, hingga manajemen pengelolaan lingkungan.

"Biaya-biaya tersebut harus tertutupi oleh biaya pengelolaan lingkungan yang dibayarkan penghuni, juga harus dihitung agar tidak membebani penghuni  karena iuran yang terlalu tinggi," jelas Dani.

Dani menambahkan, idealnya, perumahan klaster bagi kelas menengah berjumlah 300 hingga 500 unit, sementara klaster untuk segmen yang lebih atas berjumlah sekitar puluhan sampai sekitar 200 unit rumah.

Berdasarkan survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index yang dirilis tahun lalu, sebanyak 97% masyarakat Indonesia cenderung memilih tinggal di dalam perumahan dengan sistem klaster yang dikembangkan developer ketimbang rumah di nonklaster (pemukiman warga).

Dari 2.010 reponden terdapat persepsi bahwa tinggal di perumahan lebih nyaman, segala kebutuhan dapat terpenuhi dalam satu kawasan tempat tinggal. Karena itu, harga bukan variabel utama dalam memutuskan membeli satu produk rumah.

Alasan utama tinggal di perumahan yaitu sistem keamanan lingkungan perumahan yang lebih baik karena dikelola oleh tenaga profesional. Fasilitas umum yang biasanya disediakan adalah taman bermain, kolam renang, dan lapangan olahraga.

Selain aman untuk anak-anak, perumahan dengan sistem klaster cenderung sepi dari lalu lalang kendaraan. Lingkungannya pun asri karena perumahan klaster biasanya memiliki lebih banyak area hijau dibandingkan dengan kompleks perumahan biasa.

Selain itu, tinggal di perumahan klaster lebih bergengsi karena dibangun dengan konsep eksklusif yang akan menaikkan gengsi penghuninya. Karena itu, kompeks perumahan yang dikelola secara baik dan memiliki lingkungan berkualitas kini menjadi target konsumen terutama keluarga muda.

CEO Residential Sinar Mas Land, pengembang kota mandiri BSD City, Herry Hendarta mengatakan pangsa pasar dengan harga premium pemainnya sangat sedikit, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) merupakan salah satu pengembang yang berani meluncurkan hunian dengan harga di atas Rp3 miliar.

Menyusul penjualan yang mendapat respons positif, developer berkode emiten BSDE tersebut kembali meluncurkan klaster Caelus tahap II di kawasan Greenwich BSD City.

"Klaster Caelus merangkum total 210 unit seluas sekitar 5 hektare. Tahap I sudah diluncurkan sejak Agustus 2018 lalu dengan jumlah 150 unit habis terjual. Karena responsnya bagus, kami luncurkan tahap II dengan jumlah 60-an unit," kata Herry saat acara peluncuran Klaster Caelus Tahap II, Minggu (24/2/2019).

Dibangun di atas lahan seluas 47 hektare, klaster ini didesain dengan memadukan elemen lingkungan hijau dan kehidupan modern serta fasilitas smart living.

Klaster Caelus dilengkapi sistem pengamanan 24 jam dan smart home living yang menghadirkan ketenteraman bagi para penghuninya.

Herry menjelaskan konsep awal Greenwich selalu mengusung konsep green and resort. Konsep resort dituangkan ke dalam fitur-fitur seperti clubhouse dan konsep green, salah satunya dengan dikengkapi area pedestrian yang mengkoneksikan setiap klaster di Greenwich BSD.

"Kawasan ini cocok untuk anak-anak, dewasa, hingga lansia. semuanya terakomodir, lansia sudah tidak perlu keluar dari klaster untuk jalan pagi, sudah dipastikan aman dan nyaman karena jauh dari kendaraan, keluar dari klaster pun tetap aman karena masih dalam lokasi greenwhich, kita ini konsepnya sudah double gate security system," lanjut Herry.

Greenwich menyediakan fasilitas 3 clubhouse, di antaranya untuk anak-anak bertemakan pantai, remaja dengan fasilitas kolam renang, billiard, dan ruang karauke, serta dewasa dengan fasilitas gym, lounge, dan perpustakaan.

Penambahan fasilitas ini sudah masuk kedalam biaya iuran pengelolaan lingkungan (IPL) sebesar Rp6.000 per m2.

Herry mengatakan pada tahun pertama, beban IPL akan digratiskan kepada pembeli klaster Caelus tahap II, dihitung mulai serah terima unit.

Klaster Caelus menawarkan tiga tipe hunian yaitu tipe 8, 9 dan 10 dengan ukuran yang berbeda-beda, yaitu tipe 10 dengan luas 248/180-220, tipe 9 dengan luas 177/144 dan tipe 8 dengan luas 146/122. Harga per unitnya dibanderol dengan harga mulai dari Rp3,1 miliar.

Setiap tipenya terdiri dari dua lantai, dengan 4 kamar tidur di setiap unitnya, serta ruang keluarga, sky balcony, dan ada penambahan ruang attic room yang bisa digunakan sebagai ruang privat untuk belajar, bekerja, atau berdoa.

Jusanto Harijatno, Associate Director PT Ciputra Residence, mengatakan tren tinggal di perumahan kalangan menengah atas tidak hanya terjadi di Jabodetabek.

Di salah satu proyek besutannya, CitraGarden Aneka, pengembang juga membangun d’Tropiz Clubhouse yang di dalamnya terdapat kolam renang, ruang gymfitness center, ruang serba guna, lapangan tenis, lapangan basket, dan fasilitas lainnya guna meningkatkan kenyamanan tinggal.

Di luar Pulau Jawa, salah satunya Kota Pontianak, Kalimantan Barat, gaya hidup tinggal di perumahan yang lingkungannya tertata apik, dikelola secara profesional, dan praktis kini menjadi pilihan utama bagi keluarga profesional muda.

"Saat ini muncul kesadaran baru khususnya di kalangan keluarga muda di Kota Pontianak akan pentingnya kualitas lingkungan tempat tinggal. Mereka percaya, bahwa lingkungan rumah yang baik akan meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarga," kata Jusanto.

CitraGarden Aneka Pontianak menyediakan beberapa tipe rumah, dari tipe Luxurious, Prestige, Stylish, Orchid, Lavender dan Lotus. Kisaran harga dipatok mulai dari Rp1 miliar hingga Rp4 miliaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perumahan klaster

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top