Peluang Bisnis, Renyahnya Cuan Budidaya Lele

Peluang bisnis budidaya lele memiliki potensi yang sangat menggiurkan, tetapi bagaimana cara memulai usaha itu secara sederhana? simak tips khas bisnis.com ini ya
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  10:52 WIB
Peluang Bisnis, Renyahnya Cuan Budidaya Lele
tips budidaya lele - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – Peluang bisnis budidaya lele punya prospek yang sangat menggiurkan untuk menambah pendapatan sampingan maupun utama. Apalagi, lele memiliki permintaan yang cukup besar dari rumah makan sampai potensi ekspor.

Bahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong para pengusaha lele untuk menggarap peluang pasar ekspo. Pasalnya, kawasan Asia pada 2020 diprediksi kekurangan pasokan Lele hingga 26 juta ton.

Menurut catata Bisnis, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto sempat mengatakan, telah menyiapkan sejumlah dukungan untuk para budidaya lele berupa, tim penyuluhan, jaminan ketersediaan induk unggul, serta menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) baik melalui bank maupun program kemitraan BUMN.

Selain dukungan dari pemerintah, bisnis budidaya lele punya daya tarik besar untuk digeluti seperti, modal yang ramah kantong, perawatan mudah, hingga bisa panen dalam 3 bulan.

Jika kamu tertarik mencoba peluang bisnis ini, ada sejumlah komponen yang harus dipersiapkan seperti, kolam, bibit lele, makanan lele, serta obat anti hama dan penyakit.

Membangun Kolam Lele Sederhana

Untuk kolam ada beberapa jenis yang bisa dipilih seperti, empang, terpal, atau kolam buatan dari semen.

Dari ketiga jenis kolam itu, jenis terpal menjadi yang mudah dan terjangkau. Namun, jika punya modal lebih, kolam yang terbuat dari tanah maupun semen bisa jadi pilihan. 

budidaya lele

Ada beberapa persiapan untuk membuat kolam lele dari terpal seperti, mencari terpal ukurang 4x2 meter untuk 1.000 lele. Lalu, siapkan bambu dengan ukuran 1 meter untuk membuat tinggi kolam.

Untuk membuat kolam dari terpal ini, kamu membutuhkan beberapa perlengkapan seperti, paku, ring mata ayam, kawat, pipa paralon, dan beberapa perangkat lainnya.

Siapkan Bibit dan Kebutuhan Perawatan Lainnya

Nah, setelah kolam jadi, saatnya untuk membeli bibit lele. Harga bibit lele biasanya bervariatif, tergantung umur dan kualitasnya.

Sebaiknya cari bibit unggul yang lebih gesit dan agresif saat diberi makan. Jangan lupa siapkan stok pakan beserta obat anti hama dan penyakit hingga musim panen tiba.

Pada budidaya lele, ukuran kolam dan jumlah bibit yang disebar harus proposional. Jangan sampai, satu kolam terlalu penuh dengan bibit lele. Hal itu bisa membuat bibit lele mati atau stress karena kekurangan oksigen.

budidaya lele

Selain itu, kondisi kolam juga harus diperhatikan. Kolam beserta air yang mengandung lumut sangat direkomendasikan.

Tinggi rendahnya air juga harus disesuaikan tergantung umur lele. Makin tua umurnya, berarti genangan air di kolam harus lebih dalam agar mereka tidak kepanasan.

Tips lain yang perlu diperhatikan, jangan sekali-kali mencampurkan lele dewasa dan yang masih kecil. Lele dikenal sebagai hewan kanibal. Jika dikumpul dalam satu kolam, besar kemungkinan Lele kecil akan dimakan oleh yang besar.

Menebar bibit lele merupakan momen yang cukup krusial karena hewan ini juga butuh adaptasi. Oleh sebab itu, kamu harus menebarnya secara bertahap. 

Aturan Memberi Pakan Lele

Tak hanya soal bibit, memberi pakan sebaiknya juga tidak boleh asal-asalan. Ada aturan yang harus diperhatikan. 

Atur jadwal makannya secara rutin, paling tidak 3 kali sehari. Jika mereka mulai mendongakkan kepala ke permukaan air, itu bisa jadi pertanda kalau mereka sudah lapar.

Namun jangan memberi pakan hingga berlebihan. Pakan yang mengendap di kolam justru dapat menjadi ancaman kesehatan.

Setelah memasuki musim panen, kini saatnya memasarkan hasil lele tersebut. Ada sejumlah konsumen potensial yang bisa dijajaki seperti warung kaki lima, pasar tradisional, atau pasar modern dan restoran. 

Tidak hanya itu, kamu juga bisa mencoba menjualnya ke orang-orang terdekat misalnya tetangga atau sanak famili. Menjalin kerja sama dengan pengepul juga bisa jadi solusi jika kebingungan dalam menembus pasar secara langsung. 

Seiring menjamurnya e-commerce, medium pemasaran yang satu ini juga bisa diandalkan. Bahkan bukan tidak mungkin justru omzet penjualan terbesar bisa datang dari online jika sudah punya reputasi mumpuni.

Bahkan, kamu bisa membuka rumah makan lele sendiri. Dengan begitu, nilai jual Lele yang kamu budidaya sejak bibit semakin tinggi. Untung yang diperoleh juga semakin besar.

Terlepas dari itu semua, bisnis budidaya lele tidak kebal dari risiko. Ada beberapa tantangan yang harus siap dihadapi seperti ancaman gagal panen, harga pakan yang cenderung mahal, hingga tidak mampu menembus pasar.

Meski demikian, bisnis budidaya lele tetap menjadi peluang usaha yang menarik untuk dijajaki mengingat prospeknya kedepan yang masih sangat menggairahkan. Kamu siap budidaya lele?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
budidaya lele

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup