Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

15% Perusahaan Pemohon Gagal Penuhi Standar Industri Hijau (SIH)

Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa sebanyak 85% dari 877 perusahaan yang secara sukarela mengikuti penghargaan industri hijau dinyatakan menenuhi Standar Industri Hijau (SIH).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  15:20 WIB
Foto udara limbah pabrik yang dibuang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Foto udara limbah pabrik yang dibuang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa sebanyak 85% dari 877 perusahaan yang secara sukarela mengikuti penghargaan industri hijau dinyatakan menenuhi Standar Industri Hijau (SIH).

SIH merupakan acuan para pelaku industri dalam melakukan proses industrinya sesuai dengan prinsip industri hijau.

"Kebijakan industri nasional adalah mendorong penerapan industri hijau. Kepada perusahaan yang menjalankan ini, kami memberikan penghargaan setiap tahun," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers yang dikutip Jumat (22/2/2019).

Airlangga mengungkapkan bahwa sepanjang 2010-2018, tercatat sebanyak 877 perusahaan yang secara sukarela mengikuti penghargaan industri hijau. Dari total tersebut, yang telah lolos mendapatkan predikat sebagai industri hijau sebesar 85% atau 740 perusahaan. Ajang ini dapat diikuti industri kecil, menengah dan besar.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan perusahaan industri dapat mulai melakukan sinkronisasi kebijakan perusahaan dengan prinsip industri hijau sebagai tahapan awal menuju penerapan SIH melalui skema sertifikasi industri hijau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri hijau
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top