Industri 4.0, IKM Perlu Manfaatkan Teknologi Digital

Industri kecil dan menengah (IKM) dinilai perlu manfaatkan teknologi digital untuk menggenjot daya saing di pasar mancanegara. Pelemahan perekonomian global dinilai perlu disiasati seluruh skala industri.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  05:30 WIB
Industri 4.0, IKM Perlu Manfaatkan Teknologi Digital
Moka, startup penyedia layanan kasir digital mendukung para perempuan wirausaha kreatif melalui acara Indonesias Women Forum 2018 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Industri kecil dan menengah (IKM) dinilai perlu manfaatkan teknologi digital untuk menggenjot daya saing di pasar mancanegara. Pelemahan perekonomian global dinilai perlu disiasati seluruh skala industri.

Direktur Industri Kecil Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian, Endang Suwartini, menjelaskan IKM perlu terus didorong untuk memanfaatkan teknologi serta menghasilkan produk-produk berteknologi tinggi.

Hal tersebut menurutnya penting untuk mendorong kinerja IKM yang juga menopang industri secara keseluruhan. Selain itu, menurut Endang, pengembangan teknologi sesuai dengan pengembangan industri 4.0.

"Apalagi, saat ini kita sedang menikmati bonus demografi dengan maraknya generasi milenial, sehingga menjadi potensi dalam pengembangan industri tersebut," ujar Endang pada Kamis (21/2/2019).

Endang mencontohkan pemanfaatan teknologi oleh IKM membuat produk perangkat keras dan perangkat lunak dari PT Tata Sarana Mandiri dapat menembus pasar mancanegara. Pada Januari 2019, produk mesin pembayaran digital dan perangkat audio dari perusahaan tersebut dipamerkan di Amerika Serikat.

Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menjelaskan, untuk mendorong kinerja IKM, diperlukan adanya kemitraan dengan industri skala besar. Teknologi maju dengan akses besar yang dimiliki industri skala besar berpeluang membuka pintu pasar bagi IKM.

Sementara itu, industri mikro perlu ditingkatkan kemudahan aksesnya pada pembiayaan dengan persyaratan yang lebih longgar. "Walaupun risiko lebih besar, tetapi ada IKM yang kreatif dan berpotensi, pemerintah bisa mendampingi mereka,” ujar Faisal, belum lama ini.

Adapun, Kemenperin memproyeksikan IKM tumbuh dalam kisaran 5%–6% pada tahun ini di tengah perlambatan ekonomi global. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan target tersebut tidak beranjak jauh dari capaian tahun lalu sebesar 5%.

Pelemahan ekonomi global dinilai dapat memengaruhi permintaan produk IKM, khususnya produk-produk yang memasuki pasar ekspor. Untuk itu, Gati menilai, daya saing IKM perlu terus digenjot.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri 4.0, e-Smart IKM

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top