Kemensos Targetkan Penerima Voucher Pangan Capai 15,3 Juta Keluarga

Kementerian Sosial menargetkan dapat menambah keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau voucher pangan sampai 15,3 juta.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  18:35 WIB
Kemensos Targetkan Penerima Voucher Pangan Capai 15,3 Juta Keluarga
Warga memerlihatkan Kartu Keluarga Sejahtera saat pencairan Bantuan Pangan Nontunai di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/2). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Sosial menargetkan dapat menambah keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau voucher pangan sampai 15,3 juta.

Menteri Sosial Agus Gumiwang menegaskan akan mentransformasikan program beras rastra seutuhnya ke BPNT. "KPM rastra 5,3 juta. Tapi rastra akan kita transformasi ke BPNT tahun 2019 100%. Sekarang sudah 10 juta keluarga pemerima BPNT, rastra 5,3 juta. Berarti targer BNPT akhir tahun menjadi 15,3 juta," katanya, Rabu (20/2/2019).

Menurutnya tidak akan ada perubahan signifikan dalam kinerja Bulog meskipun program beralih. Sebagai catatan, Perum Bulog bergantung pada program rastra untuk bisa menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP). Pasalnya serapan masyarakat melalui bantuan sosial maupun operasi pasar minim dibawah target harian 15.000 ton.

"Tidak ada hubungan [kinerja dan peralihan BPNT]. Itu murni penawaran dan permintaan, masyarakat juga mau. Bulog sebagai bagian penting juga ikut sebagai penyuplai kepada e-warong. Tapi penyalur lainnya juga kami buka," katanya.

Agus tidak menutup kemungkinan untuk Bulog bisa menyuplai ke e-warong. Tapi dengan catatan beras harus baik kualitasnya dan harga harus kompetitif.

Menurut Menteri anyar tersebut para KPM mendapatkan jatah Rp110.000/bulan untuk BPNT. Para penerima dapat menukarkan dana tersebut dengan beras dan telur khusus di e-warong tapi harganya sesuai mekanisme pasar.

Sampai dengan saat ini peralihan dari rastra ke BPNT secara penuh masih menemui kendala dalam bidang infrastruktur. Misalnya saja jaringan internet yang akhirnya diputuskan daerah tersebut masih menggunakan program rastra.

"Contohnya internet, itu yang kita putuskan secara ad-hoc. Sekarang kami rumuskan, peralihan juga melalui proses Rakortas di Kemenko. Data kami sedang siapkan tapi pada prinsipnya semua akan transformasikan ke BPNT," katanya.

Program BPNT merupakan konversi dari program beras untuk keluarga sejahtera (rastra). Dalam hal ini Pemerintah tak lagi memberikan bantuan langsung, melainkan menyalurkan dana non tunai untuk dibelanjakan oleh penerima bantuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Rastra, bantuan pangan non-tunai (BPNT)

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top