FOKUS PASAR GLOBAL: Kelanjutan Negosiasi Dagang Hingga Sikap Bank Sentral

Lanjutan perundingan antara Amerika Serikat dengan China terkait hubungan dagang kedua negara akan salah satu sentimen yang dicermati pelaku pasar global sepanjang pekan ini.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  09:45 WIB
FOKUS PASAR GLOBAL: Kelanjutan Negosiasi Dagang Hingga Sikap Bank Sentral
Kelanjutan negosiasi dagang antara AS dan China menjadi fokus pasar global pekan ini. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA -- Lanjutan perundingan antara Amerika Serikat dengan China terkait hubungan dagang kedua negara akan salah satu sentimen yang dicermati pelaku pasar global sepanjang pekan ini.

Selain itu, pasar juga akan mencermati langkah bank sentral di seluruh dunia untuk menentukan kebijakan moneternya di tengah data ekonomi global yang mengecewakan. Berikut sejumlah topik yang diamati pasar global seperti yang dikutip dari Bloomberg, Senin (18/2/2019):

1. PERUNDINGAN DAGANG AS-CHINA

Perundingan dagang antara AS dengan China akan dilanjutkan pada pekan ini di Washington setelah  negosiasi pekan lalu yang dilaksanakan di Beijing. Kedua pihak mengklaim negosiasi pada pekan lalu telah menghasilkan banyak kemajuan, tetapi keduanya belum memaparkan perincian kemajuan perundingan. Beijing mengklaim bahwa pertemuan pekan lalu, yang ditutup dengan diskusi tingkat tinggi antara delegasi AS dengan Presiden China Xi Jinping, berjalan secara dinamis.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan kali ini lebih produktif dan menegaskan kembali kesediannya untuk memperpanjang batas waktu 'gencatan senjata' perang tarif yang seharusnya jatuh pada 1 Maret 2019.

2. BURSA ASIA

Saham Asia siap untuk mencatat kenaikan setelah bursa AS melonjak ke level tertinggi selama 10-pekan pada perdagangan Jumat (15/2/2019) di tengah optimisme pembicaraan perdagangan dan rebound sentimen konsumen Amerika.

Di sisi lain, nilai tukar dolar AS tercatat merosot diikuti dengan pound sterling, dolar Australia, serta Selandia Baru yang mengalami perbaikan nilai tukar. Pelemahan dolar AS juga diikuti dengan tresuri yang lebih rendah. Sementara harga minyak dan emas terus bergerak naik.

3. DATA EKONOMI PEKAN INI

Singapura akan merilis data anggaran pada Senin (18/2), Australia akan mengumumkan pertumbuhan upah pekerja pada Rabu (20/2) diikuti dengan data tenaga kerja pada Kamis (21/2), Bank Indonesia akan mengumumkan kebijakan suku bunga acuan pada Kamis (21/2) dan publikasi data CPI Jepang akan disampaikan pada Jumat (22/2).

4. KEBIJAKAN MONETER

Kebijakan moneter sejumlah bank sentral ditunggu oleh pasar pada pekan ini. Bank Sentral AS (The Federal Reserve) akan mempublikasi notulensi rapat FOMC dari pertemuan sebelumnya. Selanjutnya, akan ada pula pidato dari Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi serta pidato Gubernur Bank Sentral Australia, Philip Lowe, di parlemen Australia pascapublikasi notulensi rapat bank sentral.

5. LAYANAN TELEKOMUNIKASI DI EROPA

Chief Executive Officer Ericsson AB, Borje Ekholm, melunak dengan anggapan bahwa pembatasan terhadap pesaing dari China, Huawei Technologies Co., akan menghambat proses pengembangan 5G di benua Eropa.  Ekholm menegaskan melalui postingan di blog Ericsson, meskipun ada potensi pengembangan 5G terhambat, hal ini tidak disebabkan oleh akses teknologi yang terbatas dan tidak terjangkau oleh penyedia layanan telekomunikasi di Eropa. Komentar Ekholm muncul setelah sejumlah operator telekomunikasi di Eropa memperingatkan bahwa pembatasan terhadap Huawei, sebagai pemasok peralatan jaringan terbesar di dunia, akan menunda rencana pengembangan jaringan 5G.

6. INVESTOR AMAZON

Para investor Amazon.com Inc., nampaknya tidak begitu khawatir dengan sejumlah pemberitaan terkait CEO Jeff Bezos selama beberapa pekan terakhir yang berdampak pada pembatalan rencana investasi perusahaan sebesar US$2,5 miliar. Pemberitaan terkait Bezos juga terpaksa menunda pembangunan kantor baru di kota New York yang rencananya akan menaungi 25.000 karyawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebijakan moneter, sentimen pasar, perang dagang AS vs China

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top