Bekasi Fajar Targetkan Penjualan 40 Hektare Lahan Industri

Perusahaan penyedia lahan industri, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk., optimistis tahun ini tetap mengalami pertumbuhan penjualan lahan dan menargetkan penjualan 40 hektare.
Mutiara Nabila | 13 Februari 2019 17:13 WIB
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan penyedia lahan industri,  PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk., optimistis tahun ini tetap mengalami pertumbuhan penjualan lahan dan menargetkan penjualan 40 hektare.

Investor Relations PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST), Seri, mengatakan penyedia lahan industri itu optimistis tetap bertumbuh pada 2019, mengingat pada kuartal IV/2018 mampu menjual 26,4 hektare lahan industri.

Dari keseluruhan penjualan, mayoritas lahannya terjual pada perusahaan logistik dan perusahaan kemasan, masing-masing menyumbang penjualan 20 hektare dan 6 hektare. Seri menyebutkan bahwa perusahaan logistik menjadi salah satu target pasar perusahaan itu.

“Sejak kuartal IV/2018, kita lihat permintaan mulai meningkat. Kita lihat juga dari inquiry kita itu cukup banyak, kita ada sekitar 105 hektare inquiry, angkanya naik cukup signifikan dari biasanya hanya 70-80 hektare,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (12/2/2019).

Tahun ini, BEST menargetkan penjualan lahan mencapai 40 hektare dari tahun sebelumnya total mencapai 35 hektare. Kendati berada dalam kondisi tahun politik, menurut Seri, tidak terlalu mempengaruhi pasar kawasan industri karena pasar ini untuk jangka panjang.

“Saat ini kita percaya lokasi kita itu sudah yang paling prime, terus juga secara keseluruhan kalau investor datang ke tempat kita bisa lihat pembangunan infrastruktur di kawasan Bekasi Fajar, misalnya JORR 2 tahun ini sudah kelihatan pilar-pilarnya, jadi konektivitasnya makin meningkat,” jelasnya.

Investor dan para pembeli lahan, tambah Seri, juga mempertimbangkan pembelian untuk jangka panjang. Jadi, meskipun pembangunannya infrastruktur saat ini belum rampung, tapi sudah menjanjikan.

“Kalau JORR 2 sudah buka, dari kawasan kita sudah bisa langsung ke Tanjung Priok, kalau sekarang kan harus lewat Jakarta dulu, belum macetnya. Nah kalau itu udah jadi nanti ada rencananya akan ada interchange Jakarta – Cikampek, yang sekarang JORR, yang masuk ke dalam kawasan kita. Kemudian menuju ke Bekasi Fajar juga akan ada exit toll juga, akan ada akses langsung,” paparnya.

Untuk harga lahan, tahun ini lahan BEST ditawarkan dengan patokan antara Rp3 – Rp3,2 juta per meter persegi. Harga ini tidak naik terlalu jauh dari 2017 yang berkisar di Rp2,6 juta per meter pesegi dan dari 2018 yang harganya berkisar Rp3 juta per meter pesegi.

BEST juga berniat melakukan ekspansi usaha, melihat adanya kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) di Bekasi dan sekitarnya.

“Kita memang saat ini lagi punya rencana untuk bukan kawasan industri baru. Jadi visinya adalah MM2100 ini daerah yang paling strategis, dengan UMR paling tinggi di Jawa, ada JORR segala macem, pasti kita mengharapkan ada peningkatan value,” ungkapnya.

Di Bekasi, kenaikan UMR tidak terlalu mempengaruhi, kata Seri, karena kebanyakan perusahaan yang ada tidak semuanya labor intensive sehingga masih mampu beroperasi di kawasan MM dengan tetap menghasilkan produk bernilai tinggi.

“Ke depan kami berencana punya produk kedua yang lebih menyasar pasar yang lebih butuh banyak pekerja, jadi UMR itu ngga bisa tinggi-tinggi banget. Kita sekarang sudah intensif cari, masih di pulau Jawa tapi lokasinya masih bekum bisa dipublikasikan,” jelasnya.

Karena kawasan industri masih terkonsentrasi di Jakarta dan sekitarnya, pemerintah berencana akan mendistribusikan secara merata ke seluruh pulau Jawa terlebih dahulu, misalnya Cirebon.

Tag : kawasan industri
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top