Fuganto Widjaja, Tangan Dingin Generasi Ketiga Sinarmas

Fuganto Widjaja terlibat dalam beberapa aksi korporasi besar Sinarmas Grup seperti, membangun merek air mineral Pristine sampai akuisisi Asia Mineral Resources. Apakah Fuganto dengan tangan dinginnya itu akan berlanjut menjadi pewaris tahta salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia?
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  15:19 WIB
Fuganto Widjaja, Tangan Dingin Generasi Ketiga Sinarmas
Pimpinan Sinar Mas Fuganto Widjaja - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Fuganto Widjaja, cucu Eka Tjipta Widjaja pendiri Sinarmas, adalah generasi ketiga dari salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia tersebut. Sebagai cucu almarhum Eka Tjipta, Fuganto memiliki tangan dingin dalam mengembangkan perusahaannya.

Saat ini, Fuganto menjabat sebagai Executive Board Member Sinar Mas Financial Services sejak Desember 2016 lalu. Selain itu, Fuganto juga menjabat sebagai CEO Golden Energy and Resources, Sinarmas Mining, dan Direktur Utama Berau Coal Energy.

Anak dari Indra Widjaja itu mengawali karir sebagai Investment Analyst di UBS pada 2003. Setelah itu, dia merintis bisnis air mineral Sinarmas dengan merek Pristine.

Air minum Pristine ini merupakan produk dari PT Super Wahana Tehno, salah satu anak perusahaan Grup Sinar Mas, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Bersama Fuganto, Sinarmas pun menjalin kerja sama dengan Nihon Trim Co. Ltd untuk pengembangan Pristine pada November 2006.

Setelah membangun merek Pristine, Fuganto juga terlibat dalam pengembangan PT Bank Sinarmas Tbk. Sinarmas Multiartha mengakuisisi Bank Shinta sejak April 2005.

Selain sektor jasa keuangan, Fuganto dipercaya untuk memimpin PT Golden Energy Mines Tbk yang bergerak dalam bidang jasa perdagangan hasil tambang dan jasa pertambangan.

Nama Fuganto mencuat ketika terlibat alam proses pengambilalihan Asia Resources Mineral Plc, induk usaha PT Berau Coal Energy, dengan 'menendang' nama besar seperti Nathaniel Rothschild dan Samin Tan.

Kala itu, menurut Fuganto, aksi korporasi tersebut dilakukan untuk memperkuat bisnis perseroan di bidang infrastruktur seperti, pembangkit listrik. Cadangan batu bara Berau yang melimpah bisa mendukung bisnis Sinarmas untuk memastikan pasokan bahan bakar pembangkit listrik.

Di sisi lain, generasi ketiga itu kian memperlebar lingkup lini usaha Sinarmas Grup. Sinarmas era lama sangat lekat dengan sektor usaha agribisnis, perkayuan, kertas, dan bubuk kertas.

Namun, wajah sinarmas baru lebih luas lagi dengan menjajal sektor energi, infrastruktur, telekomunikasi, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sinarmas

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top