Bantah Penghentian Sementara, JNE Tetap Kirim Barang Pakai Garuda Indonesia

PT JNE Ekakurir pemilik merek dagang jasa pengiriman ekspres JNE, memastikan tidak ada penghentian kiriman melalui kargo udara begitupun sebaliknya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  10:27 WIB
Bantah Penghentian Sementara, JNE Tetap Kirim Barang Pakai Garuda Indonesia
Pesawat kargo - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT JNE Ekakurir pemilik merek dagang jasa pengiriman ekspres JNE, memastikan tidak ada penghentian kiriman melalui kargo udara begitupun sebaliknya.

VP of Marketing JNE Eri Palgunadi menyampaikan sampai saat ini JNE tidak pernah menghentikan kiriman melalui kargo udara. Oleh karena itu, isu yang beredar tentang penghentian pengiriman melalui jalur udara oleh JNE adalah tidak benar.

"Dalam menjalankan proses bisnisnya, keberhasilan JNE dalam menghantarkan kiriman seluruh pelanggan tidak lepas dari peran mitra, khususnya maskapai penerbangan. Oleh karena itu, kerjasama yang saling menguntungkan dengan penyedia jasa kargo udara tersebut harus terus terlaksana dalam rangka terciptanya iklim bisnis yang dapat mendukung UKM dalam negeri," terangnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan isu pemberitaan tentang perusahaan jasa pengirimannya yang menghentikan sementara kiriman melalui kargo udara, JNE menegaskan tidak melakukan penghentian pengiriman melalui kargo udara.

Begitupun sebaliknya, sepanjang 7 Februari 2019-- 9 Februari 2019 tidak ada penghentian kargo udara JNE di seluruh maskapai penerbangan termasuk Garuda Indonesia.

"JNE memastikan tidak ada penghentian kiriman dan tetap berkerjasama dengan mitra baik para UKM, Marketplace dan Maskapai. Sampai saat ini semua operasional kami masih berjalan normal dengan menggunakan berbagai moda transportasi," terangnya.

Hal ini juga mematahkan isu beredarnya potongan gambar berupa email dari Direktur Utama Garuda Indonesia kepada jajaran Direksinya yang meminta agar tidak melayani JNE dalam kargo mereka.

Dalam email tersebut dituliskan jika penghentian itu bersifat sementara dan izin melayaninya kembali harus mendapatkan izin dari DZGA.

Dengan demikian, aktivitas kerja sama kedua perusahaan tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jne

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top