KABAR PASAR: Jalan Tengah Data Center, Ekonomi Masih Andalkan Konsumsi

Berita mengenai pengeturan proses data industri keuangan serta ekonomi Indonesia yang masih mengandalkan konsumsi menjadi sorotan media nasional hari ini, Senin (04/02/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  08:18 WIB
KABAR PASAR: Jalan Tengah Data Center, Ekonomi Masih Andalkan Konsumsi
Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai pengeturan proses data industri keuangan serta ekonomi Indonesia yang masih mengandalkan konsumsi menjadi sorotan media nasional hari ini, Senin (04/02/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Jalan Tengah Data Center. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan akhirnya tetap diberi kewenangan penuh untuk mengatur pemrosesan data industri keuangan. Ini merupakan solusi yang ditawarkan pemerintah untuk mengakhiri polemik tentang revisi aturan penempatan data elektronik. (Bisnis Indonesia)

Ekonomi Masih Andalkan Konsumsi. Di tengah performa ekspor dan investasi yang redup pada kuartal akhir 2018, pemerintah masih optimistis pertumbuhan ekonomi domestik dapat mencapai kisaran 5,1% dengan ditopang oleh konsumsi dan investasi. (Bisnis Indonesia)

Reverse Tobin Tax Bidik Dividen PMA. Kebijakan reverse tobin tax atau insentif pajak bagi dana asing untuk ditahan dalam kurun tertentu dapat menyasar dividen perusahaan asing di Indonesia (Bisnis Indonesia)

Relaksasi Kebijakan Belum Optimal. Relaksasi pemotongan tarif PPh atas bunga deposito yang berasal dari devisa hasil ekspor atau DHE diterbitkan untuk membantu pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah. Namun, karena koversi DHE ke rupiah masih terbatas, kebijakan ini diproyeksikan tidak optimal. (BIsnis Indonesia)

BUMN Rame-rame Menyapih Anak Usaha Lewat IPO. Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) berencana melepaskan anak usaha melalui penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Beberapa perusahaan yang akan melepas saham anak usaha di antaranya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Pelayaran Nasional Indonesia (lihat tabel). (Kontan)

Manufaktur Besar Semakin Merosot. Kebijakan pemerintah mendorong pertumbuhan industri manufaktur beberapa tahun terakhir belum membuahkan hasil. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) tahun 2018 kian menyusut. Sedangkan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) meningkat. Tanpa perbaikan di sisi ketenagakerjaan, pengusaha pesimistis industri manufaktur Indonesia bisa bangkit sesuai target. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top