KABAR PASAR 1 FEBRUARI: Rupiah Lanjutkan Penguatan, Inflasi Januari Cenderung Tinggi

Berita mengenai ruang penguatan rupiah yang luas serta proyeksi inflasi pada Januari 2019 menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (1/2/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  08:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai ruang penguatan rupiah yang luas serta proyeksi inflasi pada Januari 2019 menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (1/2/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Rupiah Lanjutkan Penguatan. Rupiah dinilai memiliki ruang penguatan yang luas mengingat posisi Rp13.900 saat ini masih jauh dari level fundamental. Adapun data makroekonomi di dalam negeri yang solid dan efek kebijakan The Fed menjadi sentimen positif bagi apresiasi mata uang Garuda. (Bisnis Indonesia)

Inflasi Januari Cenderung Tinggi. Konsensus ekonom memperkirakan laju inflasi sepanjang Januari 2019 akan tinggi yang dipicu oleh harga bahan pangan dan transportasi. (Bisnis Indonesia)

Indonesia Tidak Bergantung pada Impor Green Fuel. Pemerintah menjamin Indonesia tidak akan bergantung pada impor bahan bakar minyak ramah lingkungan atau green fuel dari Italia. (Bisnis Indonesia)

Ditjen Pajak Perluas Skema KSWP. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan memperluas pelaksanaan skema Konfi rmasi Status Wajib Pajak (KSWP) sebagai upaya untuk memperbesar basis pajak. (Bisnis Indonesia)

Rupiah ke Level 13.000, Pasar Saham Bullish. Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25%-2,5%. Yang membuat pasar lebih lega, Chairman The Fed Jerome Powell menyatakan akan lebih sabarm sebelum menaikkan bunga di tahun ini. (Kontan)

Manufaktur Masih Susah Menggeliat. Pengembangan industri manufaktur di Indonesia berjalan lambat dalam 20 tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) terus melorot. (Kontan)

Laju Ekonomi 2018 di Kisaran 5,1%–5,7%. Perekonomian nasional menghadapi banyak tekanan sepanjang tahun 2018. Namun para ekonom memperkirakan pertumbuhan perekonomian nasional pada tahun lalu meningkat dibandingkan tahun 2017. Pemulihan daya beli masyarakat jadi pendorong utamanya. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top