Pasokan Kamar Hotel Baru Melimpah Di Jakarta

Selain hunian residensial, tahun 2019 merupakan tahun yang dinilai menantang juga bagi bisnis perhotelan di Jakarta. Namun, tambahan pasokan unit kamar pada 2019 adalah yang tertinggi dibandingkan dengan tambahan pasokan dari 2018 hingga 2020.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  15:09 WIB
Pasokan Kamar Hotel Baru Melimpah Di Jakarta
Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen. - Ilustrasi/Bisnis/Amri Nur Rahmat

Bisnis.com, JAKARTA - Selain hunian residensial, tahun 2019 merupakan tahun yang dinilai menantang juga bagi bisnis perhotelan di Jakarta. Namun, tambahan pasokan unit kamar pada 2019 adalah yang tertinggi dibandingkan dengan tambahan pasokan dari 2018 hingga 2020.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan pada awal 2019 dipastikan performa akan cenderung rendah menjelang lebaran, juga karena kegiatan Pemilu. Kata dia, pemilu pada April 2019 akan menjadi tolak ukur kegiatan bisnis di Indonesia, khususnya di Jakarta.

"Okupansi hotel pada awal tahun akan rendah, bahkan setelah pemilu dan lebaran, setelah pemilu baru akan bergerak sedikit," kata Ferry, belum lama ini.

Oleh karena itu, papar Ferry, beberapa pebisnis hotel mengharapkan kegiatan politik dapat menunjang okupansi hotel pada April 2019.

Sementara, pihaknya belum melihat ada faktor eksternal seperti agenda internasional yang cukup kuat bisa mendorong okupansi. Pihaknya memproyeksikan tingkat okupansi tidak akan bergerak banyak, tetap stabil pada 62% dan 63%

Menurutnya, meskipun  Asian Games 2018 menjadi kegiatan terbesar yang mampu menarik banyak orang untuk datang ke Jakarta, Penyelenggaraannya ternyata tidak terlalu memengaruhi kegiatan bisnis, hotel tetap dipadati oelh kegiatan bisnis.

Berdasarkan laporan Colliers, tahun 2019 menyumbangkan pasokan kamar sejumlah 3.213 unit yang dikontribusikan oleh 17 hotel baru, merata mulai dari hotel berbintang tiga, empat, dan lima.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 2018, yang hanya menyumbang 1.458 kamar, dari hotel berbintang tiga, empat, dan lima.

Ada 6 hotel yang telah selesai dibangun pada 2018, akan segera beroperasi pada awal semester I/2019, yaitu hotel berbintang empat Mercure PIK Avenue di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dan Erian hotel berbintang tiga yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Sementara empat hotel lainnya yang berlokasi menyebar di Jakarta akan segera beroperasi pada semester II/2019.

Selanjutnya diproyeksikan pada 2020 pasokan kamar akan bertambah 874 kamar, sehingga menambahkan total pasokan kamar keseluruhan menjadi 45.260 unit.

Ferry memaparkan kini total kamar hotel di Jakarta mencapai 41.173 dengan didominasi oleh hotel berbintang empat. Jumlah tersebut mencakup 11.855 kamar hotel berbintang tiga, 16.248 kamar berbintang empat, dan 13.070 kamar berbintang lima.

Berdasarkan lokasi, hotel-hotel ini kebanyakan masih terkonsentrasi di kawasan Jakarta Pusat yang terasosiasi langsung dengan pusat bisnis, seperti CBD yang juga sebagai pusat kawasan komersial.

Selain itu, hotel yang berdekatan dengan lokasi aktivitas meetings, incentives, conferencing, exhibitions (MICE), seperti JIExpo dan JCC Senayan umumnya memiliki tingkat okupansi yang tinggi dibandingkan dengan kawasan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhotelan

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top