Pacu Produksi Kereta, Inka Gandeng Stadler Rail, Investasi Rp30 Triliun

PT Inka, BUMN produsen kereta, menggandeng Stadler Rail Group (Swiss) untuk mengembangkan produksi.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  01:34 WIB
Pacu Produksi Kereta, Inka Gandeng Stadler Rail, Investasi Rp30 Triliun
Suasana proses pemuatan gerbong kereta produksi PT Inka tipe Broad Gauge ke dalam lumbung kapal untuk dikirim ke Bangladesh, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/1/2019). - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – PT Inka, BUMN produsen kereta, menggandeng Stadler Rail Group (Swiss) untuk mengembangkan produksi.

Kerja sama yang bakal berwujud usaha patungan untuk produksi kereta itupun dibesut di Banyuwangi, Jawa Timur. Rencananya, pabrik kereta baru didorong untuk mencetak kereta hingga 1.000 unit per tahun.

Dalam kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ke markas Stadler di Swiss, dijelaskan jumlah investasi pabrik bakal mencapai Rp30 triliun. Dalam tahap awal gelontoran investasi sebesar Rp500 miliar.

Dalam kesepakatan itu, PT Inka menyiapkan lahan 84 hektare beserta bangunan. Namun, untuk tahap pertama, digunakan seluas 12 ha. Sebaliknya, pihak Stadler menyediakan teknologi, mesin, dan pasar.

Pabrik baru itu pun akan membuka luas lahan pekerjaan baru. Kemenperin memperkirakan total penyerapan tenaga kerja hingga 2.000 orang.

“Dari kerja sama ini, diharapkan membuka akses pasar ekspor lebih luas lagi bagi keduanya, baik di Asean maupun regional, di mana masing-masing sudah punya jaringan,” ungkap Airlangga seperti dikutip dari siaran pers pada Minggu (27/1/2019).

Dari produksi di Banyuwangi ini, PT Inka bisa fokus di pasar berkembang seperti Bangladesh, India, Sri Lanka, dan Filipina.  Sedangkan Stadler akan menggenjot pemasaran di  Singapura dan Australia.

“Kalau kita lihat, Stadler adalah salah satu pemain kereta di Eropa, juga produsen nomor empat di dunia. Ini momentum yang baik bagi Inka sehingga bisa saling memanfaatkan,” ucap Airlangga.

Dengan penerapan teknologi terbaru, menurut Menperin, pabrik PT Inka di Banyuwangi nantinya siap memproduksi berbagai jenis kereta mulai dari light rail transit (LRT), metro, sampai kereta berkecepatan tinggi.

Bahkan, lanjutnya, melalui penggunaan mesin canggih, pabrik ini mampu memproduksi empat kereta per hari atau sanggup melampaui 1.000 kereta per tahun.

Saat ini, Indonesia termasuk salah satu pemain industri manufaktur sarana kereta terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan studi perusahaan independen Jerman, PT Inka berada di posisi 22 dalam jajaran industri kereta di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, pt inka

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top