Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Indonesia Tegaskan Dana Repatriasi Pengampunan Pajak Aman di Dalam Negeri

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dana repatriasi tersebut masuk ke dalam bentuk instrumen deposito dan bentuk aset keuangan lainnya. "Selama ini sudah ditanamkan di dalam negeri dari sebagian besar Rp140 triliun," ungkap Perry, Kamis (17/1).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 17 Januari 2019  |  16:59 WIB
Helpdesk amnesti pajak - Reuters/Darren Whiteside
Helpdesk amnesti pajak - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menegaskan sebagian besar dana repatriasi dari pengampunan pajak telah dibenamkan ke dalam instrumen investasi di dalam negeri.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dana repatriasi tersebut masuk ke dalam bentuk instrumen deposito dan bentuk aset keuangan lainnya. "Selama ini sudah ditanamkan di dalam negeri dari sebagian besar Rp140 triliun," ungkap Perry, Kamis (17/1).
 
Hingga saat ini, Bank Indonesia mengaku tidak melihat adanya risiko dana repatriasi ini akan terbang ke luar negeri. Seperti diketahui, masa penahanan atau holding period dari program pengampunan pajak (tax amnesty) akan segera berakhir pada akhir 2019. 

Senada dengan Bank Indonesia, Kementeian Keuangan RI percaya diri bahwa dana repatriasi hasil pengampunan pajak tidak akan lari ke luar negeri lagi, karena kondisi perekonomian Indonesia sangat kondusif. 

Selain itu, sistem pertukaran data pajak otomatis atau Automatic Exchange of Information (AEoI) akan mampu melacak jejak pergerakan dari dana repatriasi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Tax Amnesty
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top