Warganet Tetap Pilih Maskapai LCC untuk Penerbangan Jarak Dekat

Warganet masih memilih penerbangan standar minimum atau low cost carrier untuk perjalanan jarak dekat, meskipun harus membayar bagasi.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  18:06 WIB
Warganet Tetap Pilih Maskapai LCC untuk Penerbangan Jarak Dekat
Petugas Aviation Security (Avsec) bandara memeriksa petugas porter di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/1/2016) sebagai salah satu upaya mengantisipasi pencurian barang bagasi penumpang pesawat. - Antara/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA -- Bagasi tercatat berbayar diprediksi tidak mempengaruhi jumlah permintaan untuk jarak dekat, tetapi mayoritas warganet sepakat lebih baik menggunakan maskapai layanan penuh untuk penerbangan jarak jauh.

Bisnis.com memberikan pertanyaan kepada warganet lewat instastory @bisniscom sejak Minggu (14/01/2018). Salah satu pertanyaannya, "Kalau bagasi sudah berbayar, mending naik maskapai layanan minimum atau low cost carrier (LCC) atau layanan penuh?"

Mayoritas warganet tetap memilih untuk menggunakan maskapai LCC untuk penerbangan jarak dekat.

@debryansyah merespons, dirinya tetap memilih maskapai LCC dibandingkan dengan layanan penuh. Namun, keputusan itu dengan asumsi tidak membawa bagasi.

Lalu, @erfansuyudi merespons dirinya tetap memilih naik maskapai LCC, tetapi dengan syarat hanya sekali jalan dan perjalan di bawah 4 jam.

"Kalau pulang pergi lebih murah maskapai fullservice," tulisnya dalam kolom pertanyaan di instastories @Bisniscom.

Senada, @muhamadiman15 bakal tetap memilih maskapai LCC untuk penerbangan jarak pendek dengan syarat tidak membawa banyak barang.

"Kalau perjalanan jarak jauh sih mending naik yang layanan penuh," tulisnya.

Di sisi lain, banyak warganet yang mempermasalahkan harga tiket LCC dengan bagasi berbayar. Pasalnya, setelah bagasi berbayar, harga tiket tidak mengalami penurunan.

Akhirnya, muncul asumsi kebijakan bagasi berbayar adalah strategi kenaikan harga tiket yang terselubung.

@ahmadrivaikasim merespons, lebih memilih maskapai layanan penuh ketimbang LCC.

"Mending yang premium sekalian kalau harganya beda tipis, ini sama saja enggak ada lagi maskapai LCC namanya," tulisnya.

Bahkan, @faisalsonhaji menuturkan, lebih baik menggunakan maskapai layanan penuh saja ketimbang LCC.

"Kebijakan LCC itu pasti berdampak kepada kunjungan wisata mancanegara," tuturnya.

@nazhif.fnr, @luhutpsiringoringo, @apriyarie, dan @abubakarbzd lebih memilih naik maskapai layanan penuh. Alasannya, tidak ribet terkait bagasi, total biaya antara LCC dengan layanan penuh hampir sama, dan mendapatkan paket lengkap dari bagasi sampai makanan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan penghapusan fasilitas bagasi tercatat gratis oleh beberapa maskapai berbiaya hemat (LCC) dapat memperbaiki on time performance maskapai.

Menurut dia, kebijakan itu akan mendisiplinkan penumpang agar tidak membawa muatan terlalu banyak.

"Jadi, kalau mau pergi-pergi, ngapain bawa yang enggak-enggak. Ini berkaitan dengan OTP [on time performance]. Jadi, kalau bawa oleh-oleh, kecil aja, enggak usah yang besar," katanya, Kamis (10/1/2019).

Budi Karya juga mengatakan penghapusan free baggage allowance (FBA) tidak akan mengurangi  minat penumpang LCC. Namun, Menhub mewanti-wanti maskapai agar menetapkan masa transisi selama dua pekan sebelum tarif bagasi tercatat efektif diimplementasikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maskapai lcc, maskapai penerbangan, bagasi

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup