Harga Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar, Warganet Sepakat Sektor Pariwisata Bakal Terdampak

Kebijakan bagasi berbayar dan harga tiket berbayar menjadi bahasan hangat di media sosial. Warganet pun sepakat kebijakan bagasi berbayar bakal mempengaruhi sektor lainnya seperti, pariwisata sampai penyedia produk oleh-oleh.
Ahmad Rifai | 14 Januari 2019 16:50 WIB
Pemudik mengambil bagasi saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Senin (19/6). - Antara/Iggoy el Fitra

 Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan beberapa maskapai penerbangan bertarif rendah atau Low-Cost Carrier (LCC) yang menerapkan bagasi berbayar seperti Lion Air, Wings Air, dan yang terbaru Citilink membuat gempar masyarakat akhir-akhir ini.

Belum lagi soal viralnya aksi masyarakat Aceh yang berbondong-bondong membuat paspor demi mendapat harga tiket pesawat yang lebih murah dengan cara transit terlebih dahulu ke Malaysia.

Bahkan, Pemerintah Provinsi Aceh berencana menyurati Menteri Perhubungan Budi Karya dan Presiden Jokowi perihal mahalnya harga tiket pesawat rute Aceh ke Jakarta.

Namun niat tersebut diurungkan setelah Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menyatakan bahwa harga tiket pesawat rute domestik akan diturunkan, Minggu (13/1/2019).

Bisnis.com mencoba membuka diskusi dengan warganet. Salah satu pertanyaannya mengenai apakah bagasi berbayar dapat berdampak negatif pada sektor ekonomi lainnya.

Akun Instagram @anieta_ti02 memberikan tanggapan, bagasi berbayar membuat para traveler malas untuk membeli oleh-oleh makanan maupun souvenir dalam jumlah besar.

Akun @david_kaban turut mengamini hal serupa. Dia mengatakan, pemberlakuan bagasi berbayar akan memberikan dampak pada sektor UMKM karena penumpang akan berpikir dua kali untuk membawa oleh-oleh.

Sementara itu, @ahmadrivaikasim menjawab dengan yakin bahwa bagasi berbayar akan berdampak pada sektor ekonomi lainnya. 

"Iya dong, daya beli masyarakat enggak naik, eh malah ada tarif tambahan," tulisnya.

Namun menurut @srf706 kebijakan itu tidak akan berdampak bagi para 'pemain besar'.

"Kalau usaha atau bawa bagasi besar, langsung ke bagian kargo bandaranya saja," jelasnya.

Bukan saja oleh-oleh, kebijakan bagasi berbayar disebut bisa mempengaruhi tingkat kunjungan ke daerah pariwisata.

Di sisi lain, @malikaest1995 menyebutkan, kebijakan bagasi tidak bakal memberikan pengaruh yang besar. Pasalnya, bagasi gratis sebesar 15 kg sampai 20 kg pun jarang digunakan penuh oleh pengguna.

Meskipun begitu, selaras dengan penerapan bagasi berbayar, JNE, salah satu jasa kurir, mengumumkan bakal menaikkan tarif pengiriman untuk seluruh tujuan domestik.

Pada Sabtu(12/1/2019), JNE mengumumkan di halaman Facebook-nya akan menaikkan tarif pengiriman yang berlaku untuk seluruh pengiriman domestik.

Penyesuaian tarif ini diterapkan untuk pengiriman dari Jabodetabek ke seluruh Indonesia. Namun khusus untuk pengiriman dari Jabodetabek ke Jabodetabek, tarif pengiriman masih akan tetap normal.

Apakah kenaikan tarif pengiriman JNE itu dipengaruhi oleh penerapan bagasi berbayar oleh beberapa maskapai LCC?

Tag : tiket pesawat, harga tiket, bagasi
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top