CVR Lion Air Ditemukan, Ini Fungsi dan Ketahanannya

Perekam suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) Lion Air registrasi PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat telah ditemukan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  14:13 WIB
CVR Lion Air Ditemukan, Ini Fungsi dan Ketahanannya
Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK/LQP berhasil ditemukan Senin (14 Januari 2019) pukul 08.40 WIB.Foto: Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal)

Bisnis.com, JAKARTA--Perekam suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) Lion Air registrasi PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat telah ditemukan.

CVR ditemukan pada posisi koordinat 05 48 46,503 S - 107 07 36,728 T di perairan Tanjung Kerawang Jawa Barat oleh KRI Spica-934 dalam rangka kegiatan pencarian CVR dan Human Remains.

CVR merupakan salah satu bagian kotak hitam (black box) bersama dengan perekam data penerbangan (flight data recorder/FDR). CVR memiliki fungsi untuk merekam segala pembicaraan yang dilakukan antarpilot, kopilot, kru pesawat, maupun petugas navigasi udara di dalam kokpit selama penerbangan.

Organisasi penerbangan sipil internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO) mengaturnya dalam ICAO Annex 6 tentang Operasional Pesawat Volume I yang isinya:

- Pesawat dan helikopter tetap harus dilengkapi dengan CVR dengan durasi perekaman setidaknya 30 menit dari operasinya,

- pesawat dengan massa lepas landas maksimum (take off weight) lebih dari 5.700 kg harus dilengkapi CVR dengan durasi perekaman dua jam,

- helikopter harus dilengkapi dengan CVR dengan durasi perekaman dua jam.

Dalam ketentuan tambahan ICAO yang berlaku sejak 1 Januari 2007, mensyaratkan semua pesawat menggunakan CVR yang merekam data dari semua data komunikasi yang diterima dan dikirim dari pesawat. 

Adapun, durasi perekaman minimum harus sama dengan durasi CVR, dan dikorelasikan dengan audio kokpit yang direkam. Informasi lain seperti pesan yang berasal dari kru juga harus direkam.

CVR dirancang untuk memiliki daya tahan terhadap sejumlah kondisi yaitu :

- Api (intensitas tinggi) dengan suhu 1.100°C yang membakar seluruh perekam selama 30 menit.

- Api (intensitas rendah) dengan suhu 260°C selama 10 jam.

- Dampak Shock 3.400 Gs untuk 6,5 ms.

- Static Crush 5.000 pounds setara 2,2 ton selama 5 menit pada setiap sumbu.

- Daya tahan terhadap cairan (bahan bakar, oli, dan lain-lain) selama 24 jam.

- Daya tahan terhadap air laut selama 30 hari.

- Resistensi terhadap tekanan hingga 500 lb. Dijatuhkan dari ketinggian 10 kaki dengan diameter kontak ¼ inch.

- Tekanan hidrostatik setara dengan kedalaman hingga 20.000 kaki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lion air JT 610

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top