Nasib Saka Energi Diputuskan Kuartal I/2019

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. berhasil merampungkan proses akuisisi 51% saham PT Pertamina Gas (Pertagas) pada akhir 2018.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 13 Januari 2019 21:11 WIB
Pipa Gas-1. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. berhasil merampungkan proses akuisisi 51% saham PT Pertamina Gas (Pertagas) pada akhir 2018.

Setelah proses akuisisi, tidak sepenuhnya masalah berhasil dirampungkan oleh emiten berkode saham PGAS salah satunya mengenai nasib PT Saka Energi Indonesia yang merupakan anak usaha emiten gas tersebut.

Belum lama ini, Direktur Komersial PGN Danny Praditya mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan konsolidasi mengenai nasib Saka Energi.

“Kami sudah konsolidasi untuk mengambil keputusan yang mana yang paling baik terhadap portofolia di upstream,” katanya, Jumat (11/1/2019).

Dalam hal ini, Dany mengatakan bahwa keputusan terkait nasib Saka Energi baru bisa diambil pada kuartal I/2019. “Segera, mudah-mudahan kuartal I/2019, doakan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan bahwa ada peluang bagi pihaknya untuk melepas Saka Energi. “Tetap ada peluang dilepas,” kata Gigih.

Gigih menambahkan, perusahaan harus memperbaiki kinerja Saka Energi terlebih dahulu sehingga ketika dilepas nanti, valuasi Saka Energi bisa tinggi.

"Saka ini 100% masih kami pegang, tujuannya adalah memperbaiki dulu kinerja Saka karena kemarin dengan selesainya kontrak Blok Sanga-Sanga dan Blok Offshore South East Sumatera (OSES), jadi kan dia perlu mengembangkan lagi produksinya supaya meningkat," ujarnya.

Rencananya, Saka Energi diharapkan bisa diintegrasikan dengan Pertamina Hulu.

Sebelumnya, pascaakuisisi, Sekretaris Perusahaan PT PGN Rachmat Hutama mengatakan bahwa keberadaan Saka tetap di bawah PGN.

"Saka masih tetap menjadi bagian/anak usaha PGN," kata Rachmat.

Terkait peluang dilegonya Saka Energi oleh PGN dengan semakin minimnya dukungan finansial dari induk usaha, diindikasikan dari adanya pembayaran pinjaman pemegang saham (SHL) senilai $200 juta pada Juli 2018, dari total $838 juta, yang jauh sebelum jatuh tempo utang pada 2021 Januari.

Direktur Utama PT Saka Energi Tumbur Parlindungan menolak berkomentar terkait kemungkinan dilepasnya Saka oleh PGN. Menurutnya, sejauh ini Saka masih menjasi bagian dari PGN. "Baiknya PGN yang menjawab," tuturnya.

Tag : pgn
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top