7 Negara Emerging Markets Pimpin Ekonomi Dunia di 2030. Indonesia Peringkat 4 The Rising Star Dunia

Dilansir Bloomberg, prediksi perombakan peringkat ekonomi dunia ini, yang didasarkan pada produk domestik bruto (PDB) masing-masing negara, merupakan perkiraan jangka panjang baru yang dihimpun oleh Standard Chartered Plc.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Januari 2019  |  07:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Tujuh negara emerging markets saat ini diperkirakan berada di antara deretan 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada pada tahun 2030 mendatang.

Dilansir Bloomberg, prediksi perombakan peringkat ekonomi dunia ini, yang didasarkan pada produk domestik bruto (PDB) masing-masing negara, merupakan perkiraan jangka panjang baru yang dihimpun oleh Standard Chartered Plc.

Ketujuh negara tersebut antara lain China, India, Indonesia, Rusia, Turki, Brazil, dan Mesir. Proyeksi ini mencakup China yang menjadi negara dengan ekonomi terbesar pada tahun 2020, berdasarkan nilai tukar paritas daya beli dan PDB nominal.

Sementara itu, ekonomi India diperkirakan akan lebih besar daripada Amerika Serikat (AS) dalam periode waktu yang sama, sedangkan Indonesia akan masuk ke dalam peringkat 5 besar ekonomi dunia.

“Proyeksi pertumbuhan jangka panjang ini berdasarkan satu prinsip utama, yaitu porsi negara-negara tersebut dari PDB dunia pada akhirnya harus menyatu dengan porsi mereka dari populasi dunia, didorong oleh konvergensi PDB per kapita antara ekonomi maju dan berkembang," ungkap Ekonom Standard Chartered yang dipimpin oleh David Mann, seperti dikutip Bloomberg.

Mereka memproyeksikan pertumbuhan tren untuk India meningkat menjadi 7,8% pada tahun 2020-an, sedangkan pertumbuhan China diperkirakan lebih moderat hingga 5% pada 2030 yang mencerminkan perlambatan alami mengingat ukuran ekonomi yang sudah besar.

Porsi Asia terhadap PDB global, yang naik menjadi 28% tahun lalu dari 20% pada 2010, kemungkinan akan mencapai 35% pada tahun 2030, setara dengan porsi PDB gabungan dari zona euro dan AS.

Ekonom Standard Chartered juga menyimpulkan bahwa memudarnya momentum reformasi di negara emerging markets juga membebani pertumbuhan produktivitas.

Selain itu, akhir dari era pelonggaran kuantitatif dapat berarti adanya peningkatan tekanan pada ekonomi untuk mereformasi dan menghidupkan kembali tren produktivitas

Standard Chartered juga memperkirakan bahwa penduduk kelas menengah berada pada titik kritis, dengan mayoritas populasi dunia memasuki kelompok pendapatan tersebut pada tahun 2020

Pertumbuhan kelas menengah yang didorong oleh urbanisasi dan pendidikan akan membantu mengatasi dampak tren penuaan populasi yang cepat di banyak negara termasuk China, ungkap mereka.

Adapun menurut laporan Standard Chartered 10 negara yang menjadi rising star berdasarkan PBB dipimpin oleh China di urutan pertama. Kemudian India, USA, Indonesia di urutan ke empat, dan Turki.

Selanjutnya, Brasil, Mesir,  Rusia, Jepang dan terakhir adalah Jerman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi dunia, emerging market

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup