Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gapmmi: Industri Makanan & Minuman Tumbuh 8%

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi industri makanan dan minuman pada 2018 tumbuh sesuai proyeksi yakni 8%-9%.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Januari 2019  |  15:39 WIB
Ketua Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman. (ANTARA - Sella Panduarsa Gareta)
Ketua Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman. (ANTARA - Sella Panduarsa Gareta)

Bisnis.com, BENGKULU - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi industri makanan dan minuman pada 2018 tumbuh sesuai proyeksi yakni 8%-9%.

"Kalau kita lihat di 2018, perkiraan saya tumbuh 8%-9% dan ini masih masuk dalam proyeksi di awal tahun," ujar Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman saat dihubungi di Bengkulu, Sabtu (5/1/2019).

Menurut Adhi, industri yang menjadi andalan ini sempat menghadapi beberapa tantangan pada 2018, di antaranya adalah pelemahan rupiah yang membuat harga pokok produksi meningkat.

Pada situasi demikian, lanjutnya, industri biasanya menaikkan harga, namun hal tersebut tidak dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat.

"Jadi, harusnya menaikkan harga, tapi tidak, karena strategi yang dilakukan adalah menjaga margin, sehingga daya beli tidak turun," ungkap Adhi.

Menurut dia, belum terjadi peningkatan signifikan terhadap daya beli masyarakat kelas bawah pada 2018.

Namun, daya beli masyarakat kelas atas justru dinilai tidak terpengaruh oleh berbagai persoalan ekonomi.

Produk makanan dan minuman dalam negeri juga masih lebih diminati daripada produk impor, yang dibuktikan dari total peredaran pangan olahan dalam negeri mencapai Rp1.700 triliun, dengan peredaran pangan olahan impor hanya sekitar 6% atau Rp20 triliun.

"Ke depan, saya lihat pertumbuhannya masih bagus, meskipun belum ada satu faktor untuk mendongkraknya," pungkas Adhi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gapmmi industri mamin

Sumber : Antara

Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top