Survei: Siasati Ganjil Genap, Masyarakat Gunakan Sepeda Motor

Sepeda motor menjadi alternatif masyarakat sebagai antisipasi pemberlakuan ganjil genap di sejumlah ruas jalan DKI Jakarta. Hal ini berdasarkan hasil survei Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 1-10 Desember 2018.
Ilham Budhiman | 22 Desember 2018 17:55 WIB
Sejumlah petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan sosialisasi kembali kawasan ganjil-genap di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (8/8). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sepeda motor menjadi alternatif masyarakat sebagai antisipasi pemberlakuan ganjil genap di sejumlah ruas jalan DKI Jakarta. Hal ini berdasarkan hasil survei Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 1-10 Desember 2018.

Laporan menyebut setidaknya 37,4% responden menggunakan sepeda motor sebagai alternatif jika kendaraan mereka terkena pembatasan ganjil genap. Sementara sebagian lagi menggunakan moda transportasi publik dan taksi online.

"Ada juga yang tetap mengunakan mobil pribadi dengan jalur alternatif non-ganjil genap sebanyak 12%," tulis laporan LP3ES yang diketuai Lya Anggraini sebagai Ketua Tim Peneliti Kebijakan ganjil genap, Sabtu (22/12/2018).

Hal yang sama juga dilakukan para pelaku retail, mereka mengandalkan sepeda motor (39%) sebagai alternatif perjalanan pada saat plat nomor kendaraan berbeda dengan tanggalnya.

Sebagian lagi menggunakan transportasi umum (26%), dan hanya 4% yang tetap menggunakan mobil pribadi karena memiliki lebih dari satu mobil dengan plat nomor yang berbeda.

Kendati demikian, masyarakat cenderung tidak setuju jika kebijakan ini diberlakukan untuk kendaraan bermotor roda dua. Hal ini dinyatakan oleh mayoritas responden (75,8%), dan dinyatakan secara merata berdasarkan domisili (daerah spot dan non-spot) serta berdasarkan kepemilikan kendaraan.

Adapun penelitian ini menggunakan metoda campuran (mix-method), yakni survei dan analisis sentimen media online/sosial. Survei digunakan untuk mencari pola umum atau generalisasi pendapat masyarakat dan pelaku retail, sementara Analisis Sentimen Media Sosial digunakan untuk melihat kecenderungan intensitas perbincangan media online serta pendapat dan sikap netizen dalam memandang implementasi kebijakan ganjil genap.

Survei dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga Ibukota yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi dengan total sampel 1000 orang, terdiri atas responden masyarakat (n=900) dan pelaku retail di mal dan pasar (n=100).

Adapun margin of error sebesar +/- 3,3% untuk responden masyarakat, dan +/- 9,8% untuk responden pelaku retail; pada tingkat kepercayaan 95%. Pengumpulan data melalui metoda wawancara tatap muka.

Tag : ganjil genap
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top