Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Ingin Hadirkan Lagi Koperasi Buruh Bongkar Muat Baru

Pemerintah tetap ingin membentuk badan atau koperasi lain di luar induk koperasi yang sudah ada untuk mengelola buruh bongkar muat di pelabuhan.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 05 Desember 2018  |  07:12 WIB
Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah tetap ingin membentuk badan atau koperasi lain di luar induk koperasi yang sudah ada untuk mengelola buruh bongkar muat di pelabuhan.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Wisnu Handoko mengatakan keberadaan satu koperasi di setiap pelabuhan tidak mendorong kompetisi yang sehat. 

"Malah kalau tidak di-manage dengan dengan baik, seolah-seolah koperasi memonopoli di situ," ujarnya, Selasa (4/12/2018).

Wisnu mengungkapkan gagasan itu sebenarnya dilematis mengingat koperasi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) harus diinkubasi agar bertumbuh. Namun, di sisi lain, jika pelabuhan makin lama makin besar, tetapi tidak ada kompetisi yang baik, maka profesionalisme TKBM dipertaruhkan. 

"Kami mendorong persaingan lebih sehat," tuturnya. 

Sebelumnya pada November 2017, Kemenhub sempat menawarkan pembentukan koperasi lain di luar koperasi eksisting untuk membawahi TKBM pelabuhan. 

Induk Koperasi (Inkop) TKBM menolak ide tersebut dan mengancam akan mogok nasional di seluruh pelabuhan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bongkar muat
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top