Jaminan Keamanan Mulai Jadi Faktor Memilih Hunian

Faktor keamanan dinilai menjadi salah satu bahan pertimbangan konsumen dalam membeli hunian. Berdasarkan survey Rumah.com tentang Property Affordability Sentiment Index H1-2018, sebanyak 75% responden mencantumkan keamanan sebagai faktor pertimbangan pembelian properti selain lokasi, akses, dan harga.
Finna U. Ulfah | 04 Desember 2018 17:06 WIB
Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti PT Adhi Persada Properti Wahyuni Sutantri (kanan) berbincang dengan Project Director Grand Dhika City Lifestyle Tower Arlington M. Annas Zamroni pada pameran Indonesia Property Expo 208, di Jakarta, Jumat (28/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Faktor keamanan dinilai menjadi salah satu bahan pertimbangan konsumen dalam membeli hunian. Berdasarkan survey Rumah.com tentang Property Affordability Sentiment Index H1-2018, sebanyak 75% responden mencantumkan keamanan sebagai faktor pertimbangan pembelian properti selain lokasi, akses, dan harga.

Pengembang pun telah merespons keinginan konsumen dengan menyediakan fasilitas dan perangkat keamanan pada setiap proyek properti. Penyediaan perangkat keamanan di kawasan hunian oleh pengembang, patut diapresiasi karena bersifat preventif untuk meminimalkan pelaku kejahatan melakukan tindakan yang merugikan penghuni kawasan hunian.

Seperti konsep one gate system yang telah banyak diterapkan pengembang pada kawasan hunian tapak dan sistem kartu akses yang juga diterapkan  di kawasan hunian vertikal.

Direktur Teknik dan Pengembangan PT Adhi Persada Properti Pulung Prahasto mengatakan aspek keamanan merupakan hal yang sangat diperhatikan pada setiap proyek garapannya.

"Security 24 jam, serta access card merupakan hal yang mutlak di hunian yang kami kembangkan. Ini semua tentu kami lakukan karena memang pembeli dan penghuni hunian yang kami miliki, membutuhkan keamanan sebagai faktor penting,” ujar Pulung dikutip dari keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (4/12/2018).

Penerapan kartu akses pada hunian vertikal sebagai langkah preventif sehingga pengunjung lain tidak bisa masuk ke dalam menara selain penghuni, kecuali hanya sebatas lobby.

Pulung mengatakan Adhi Persada Properti juga telah mengadopsi konsep smart home, yang mengintegrasikan teknologi internet, CCTV, fire alarm, alarm system, dan panic alert yang dapat menjadi peringatan dalam kondisi darurat.

CCTV yang sebelumnya hanya bisa diakses melalui ruang monitor khusus, lanjutn Pulung, kini penghuni bisa memantau langsung huniannya baik rumah tapak atau apartemen melalui smartphonenya.

Sementara itu, khusus untuk Apartemen Mahasiswa, APP tidak hanya melakukan pencegahan kriminalitas semata, pencegahan bahaya narkoba juga dilakukan dengan melakukan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional.

Selain itu, proyek apartemen high end APP The Padmayana yang berlokasi di Jakarta Selatan memiliki standar keamanan yang relatif berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan beberapa proyek APP lainnya.

The Padmayana menerapkan face recognition security system yang bisa mendeteksi penghuni apartemen dengan membaca fitur wajah dari para penghuni sehingga sangat meminimalisir gangguan keamanan di area hunian.

“Masalah keamanan selalu menjadi faktor yang kami utamakan, karena APP tidak hanya sekedar membangun sebuah hunian, tapi membangun kehidupan. Melalui penerapan sistem keamanan pada produk hunian apartemen maupun rumah tapak, APP terus berkomitmen untuk turut serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik serta memberikan rasa aman bagi penghuninya," papar Pulung.

Tag : adhi persada properti
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top