Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Perusahaan Modal Ventura Kena Sanksi Pembekuan Kegiatan Usaha

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sanksi pembekuan kegiatan usaha kepada 3 perusahaan modal ventura karena tidak memenuhi ketentuan Pasal 42 ayat (4) POJK Nomor 36/POJK.05/2018 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Modal Ventura.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 24 November 2018  |  10:10 WIB
Ilustrasi - investama.co.id
Ilustrasi - investama.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sanksi pembekuan kegiatan usaha kepada 3 perusahaan modal ventura karena tidak memenuhi ketentuan Pasal 42 ayat (4) POJK Nomor 36/POJK.05/2018 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Modal Ventura.

Berdasarkan pengumuman di website OJK yang dikutip pada Sabtu (24/11/2018), ketiga perusahaan tersebut yakni PT Ventura Cakrawala Investama yang berlokasi di Jakarta, PT Modal Nusantara Ventura yang berlokasi di Makassar, dan PT Sosial Enterprener Indonesia yang berlokasi di Jakarta.

Pasal 42 ayat (4) menyatakan, PMV atau PMVS wajib menyampaikan laporan tata kelola perusahaan yang baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk pertama kali pada periode tahun 2017 yang disampaikan paling lambat 30 April 2018.

Dengan penetapan sanksi ini, maka ketiga perusahaan modal ventura tersebut dilarang melakukan kegiatan usaha. Sanksi pembekuan kegiatan usaha diberikan untuk jangka waktu 6 bulan.

Sanksi pembekuan kegiatan usaha itu mulai berlaku sejak surat pembekuan kegiatan usaha ditetapkan yakni 6 November 2018.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan modal ventura
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top